Connect with us

Ekonomi

ICMI Gelar Maluku Business Forum 2026, Maksimalkan Potensi Alam Demi Kemakmuran Rakyat

Published

on

AMBON,DM.COM,-Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) menggelar Maluku Business Forum 2026 di Santika Hotel, Minggu (1/11/2026).

Maluku Busines Forum 2026 yang digelar ICMI Orwil Maluku bertemakan, “Dinamisasi Ekosistem Energi Maluku Melalui Optimalisasi Potensi, Hilirisasi Industri dan Investasi Strategis Untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan.”

Narasumber Maluku Business Forum 2026 Mantan Wakil Presiden Jusuf Kala, Direktur Inpex, Rudi Imran, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, NZMATES Safitri.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Wakil Ketua MMP ICMI, Priyo Budi Santoso, Rektor Universitas (Unpatti), perwakilan Forkopimda Maluku, pimpinan DPRD Maluku, Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun, dan sejumlah tamu undangan serta peserta Maluku Business Forum 2026.

Ketua ICMI Orwil Maluku, Dr Ruslan Tawari mengatakan, Maluku kaya dengan potensi sumber daya alam. Namun, kekayaaan alam yang melimpah belum mensekajterakan masyarakat didaerah ini. Karenanya, Wakil Rektor Unpatti ini mengigatkan, thema besar Maluku Business Forum 2026, yakni
“Dinamisasi Ekosistem Energi Maluku Melakui Optimalisasi Potensi, Hilirisasi Industri dan Investasi Strategis Untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan, menjadi fokus diskusi.

Padahal, ingat dia, lebih dari empat abad yang lalu, Maluku menjadi pusat perhatian dunia karena pala dan cengkeh. Hal ini karena kekayaan rempah-rempah yang menghubungkan Maluku dengan peradaban dan perdagangan global.

Hari ini, ingat dia, sejarah seakan kembali menghadirkan momentum yang sama. Diingatkan, jika dulu dunia datang mencari rempah-rempah didaerah ini, kini Maluku kembali menjadi perhatian karena potensi energi dan posisi strategisnya dalam transformasi ekonomi nasional.

” Namun, sejarah juga mengajarkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak selalu menjamin kesejahteraan masyarakat yang diilikinya,”terangnya

Karena itu, lanjutnya, pihaknya harus memastikan bahwa Maluku tidak sekadar menjadi wilayah penghasil sumber daya, tetapi juga menjadi pusat penciptaan, penciptaan nilai tambah, pertumbuhan industri, pengembangan pengetahuan, dan kesejahteraan masyarakat.

Dia mengaku, tema Maluku Business merupakan penegasan atas arah pembangunan yang ingin diwujudkan. “Bagi kami, terdapat tiga agenda fundamental yang harus menjadi komitmen bersama,”harapnya.

Untuk itu, harapnya, optimalisasi potensi energi di Maluku harus didukung tata kelola yang transparan, kepastian regulasi, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Berikut, hilirisasi industri harus menghasilkan nilai tambah di daerah, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan memperkuat ekonomi lokal.

“Investasi strategis harus memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjamin keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan,”ingatnya..

Sebab, ingatnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata-mata besarnya investasi yang masuk, melainkan seberapa besar kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat. Inilah substansi dari semangat “From energy potential to sustainable prosperity”.

Dia mengigatkan, organisasi cendekiawan muslim, ICMI meyakini bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan ekologis.

Tawari menegaskan, bahwa pemanfaatan kekayaan alam merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kemajuan ekonomi tidak boleh dibangun di atas kerusakan lingkungan, investasi tidak boleh mengabaikan keadilan sosial, dan pembangunan hari ini tidak boleh mengorbankan kehidupan generasi mendatang.

“Karena itu, pembangunan Maluku harus berorientasi pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan manusia, dan kelestarian alam,”tandasnya. (DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *