Connect with us

Parlemen

Anos Yeremias Ingatkan Persoalan Lahan di Lokasi PSN Blok Masela Segera Diselesaikan

Published

on

AMBON,DM.COM,-Kunjungan kerja (Kunker), Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Jumat (26/6/2026) diapresiasi anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan KKT-MBD ini menilai, kehadiran lengkap unsur Forkopimda Provinsi Maluku di lokasi persiapan groundbreaking Blok Masela merupakan momentum penting yang patut diapresiasi.

“Kehadiran bersama Gubernur, Wakil Gubernur, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda, Sekda, Kejati, dan unsur terkait mengirimkan pesan bahwa pemerintah memiliki komitmen yang sama untuk mengawal proyek strategis nasional ini hingga terlaksana dengan baik,”kata Yeremias, sebagaimana dikutib DINAMIKAMALUKU.COM dilaman Facebooknya, Jumat (3/7/2026).

Namun demikian, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku ini mengakui, terdapat beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian.

“Pertama, kehadiran simbolik harus diikuti dengan penyelesaian substansi.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan kunjungan pejabat, tetapi juga kepastian mengenai penyelesaian hak-hak mereka, terutama terkait penilaian aset dan pembayaran ganti rugi yang adil, transparan, dan tepat waktu,”ingatnya.

Kedua, lanjut anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku ini, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama keberhasilan proyek.

“Proses penilaian oleh KJPP harus benar-benar independen, akuntabel, serta membuka ruang komunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,”terangnya.

Ketiga, ingat dia, Blok Masela harus menjadi penggerak pembangunan Maluku.”Proyek ini diharapkan tidak hanya menghasilkan gas, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi putra-putri daerah, meningkatkan kualitas SDM, menggerakkan UMKM, serta mempercepat pembangunan infrastruktur di Maluku, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,”jelasnya.

Tak hanua disitu, jelasnya, stabilitas keamanan perlu dibarengi dengan pendekatan dialogis. “Pengamanan memang penting, namun komunikasi yang baik dengan masyarakat tetap harus menjadi prioritas agar seluruh proses berjalan secara damai dan partisipatif,”tandasnya.

Memurutnya,,Groundbreaking bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal hingga produksi, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku.

“Kehadiran lengkap Forkopimda Provinsi Maluku merupakan sinyal positif bahwa pemerintah serius mengawal percepatan Blok Masela,”terangnya.

Apalagi, ingat dia, saat ini masyarakat berharap komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelesaian seluruh tahapan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

“Semoga Blok Masela benar-benar menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi Maluku, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi warisan pembangunan yang membanggakan bagi generasi mendatang,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *