Connect with us

Pemkab MBD

Buka Sosialisasi DTSEN, Bupati MBD : Data Akurat Jadi Kunci Pembangunan

Published

on

AMBON,DM.COM,– Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Th. Noach, berharap data akurat menjadi kunci pembangunan didaaerah bertajuk bumi Kalwedo itu.

Ini disampaikan orang pertama di daerah itu, setelah secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi, Verifikasi, dan Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui Musyawarah Desa Khusus yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostaper) Kabupaten MBD, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Kepala Dinas Sosial P3A, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten MBD, Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD PPKB), para camat, kepala desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta peserta lainnya dari seluruh wilayah Kabupaten MBD.

Dalam sambutannya, Bupati Benyamin Th. Noach menegaskan bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan penyaluran berbagai program pemerintah, khususnya bantuan sosial. Menurutnya, kualitas data sangat menentukan ketepatan sasaran program sekaligus efektivitas pembangunan daerah.

“DTSEN bukan sekadar kumpulan angka, tetapi menggambarkan kondisi riil masyarakat. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat, sementara data yang keliru akan berdampak pada salah sasaran bantuan dan perencanaan pembangunan,” tegas Noach.

Ia menekankan pentingnya proses verifikasi dan validasi data yang dilakukan secara objektif, transparan, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa. Bupati juga mengingatkan agar tidak terjadi manipulasi data maupun praktik “titipan” yang dapat merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Menurut Noach, pemerintah daerah membutuhkan data yang valid untuk memastikan setiap program penanggulangan kemiskinan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat benar-benar menjangkau warga yang berhak menerima manfaat.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah penduduk miskin pada kelompok desil 1 dan desil 2 di Kabupaten MBD menurun dari 13.931 jiwa pada 2025 menjadi 13.824 jiwa pada 2026. Meskipun demikian, masih terdapat lebih dari 22 ribu jiwa yang berada dalam kelompok rentan sehingga memerlukan perhatian dan intervensi pemerintah secara berkelanjutan.

Untuk itu, Bupati meminta para camat, kepala desa, pendamping PKH, TKSK, Badan Pusat Statistik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Sosial memperkuat koordinasi dalam proses pemutakhiran data agar menghasilkan data yang valid, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan bekerja dengan asumsi, tetapi bekerjalah dengan data. Jangan ada manipulasi, jangan ada titipan, dan jangan ada keberpihakan yang tidak pada tempatnya. Data harus menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Noach mengajak seluruh pihak mendukung pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus sebagai langkah strategis untuk mewujudkan satu data sosial ekonomi yang akurat. Menurutnya, data yang berkualitas akan menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan pembangunan, pengentasan kemiskinan, dan penyaluran bantuan sosial yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkeadilan. Pada kesempatan tersebut, Bupati secara resmi membuka kegiatan sosialisasi, verifikasi, dan pemutakhiran DTSEN.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas data sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah, sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam mewujudkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akurat, terpadu, dan berkelanjutan.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *