Connect with us

Ragam

Canangkan 100 Hari GLD, Ketua KPID Maluku : Harus Cerdas & Trampil Bermedsos

Published

on

AMBON, DM.COM,-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku, mencanangkan 100 hari Gerakan Literasi Digital (GLD) di Kota Ambon. Ini dilakukan lembaga independen itu agar siswa-siswi SMA dan Sederajat trampil dan cerdas bermedia sosial (Bermedsos), agar menekan kekerasan seksual kerap terjadi di kalangan remaja.

Literasi Digital KPID Maluku untuk bulan Oktober 2022 menargetkan 10 SMA/Sederajat di Kota Ambon, sebagai tempat penyelenggara kegiatan Literasi Digital “Kota Ambon Makin Cakap Digital”. Kegiatan Literasi Digital dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober  14 Oktober 2022. Target peserta untuk Bulan Oktober 2022 di Kota Ambon adalah 1.000 peserta

“Sebagaimana Arahan Bapak Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital pemerintah memiliki target hingga tahun 2024 menjangkau 50 juta masyarakat mendapatkan literasi di bidang digital,”kata Ketua KPID Maluku, Mutiara D.Utama, S.Sos, M.I.Kom, lewat rilis yang diterima DINAMIKAMALUKU. COM, Selasa (11/10/2022).

Secara spesifik untuk tahun 2022 ini, kata Mutiara,  target yang telah dicanangkan adalah 5,5 Juta masyarakat dari berbagai kalangan mendapatkan literasi di bidang digital. “Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin massif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah,”jelasnya.

Untuk mendukung program pemerintah, jelas dia,  maka Komisi KPID Maluku mencanangkan 100 hari  Gerakan Literasi Digital bagi siswa SMA/Sederajat Tahun 2022 di Kota Ambon. “Ada dua alasan mendasar dilakukannya kegiatan Literasi Digital bagi Siswa-Siswi SMA/sederajat yaitu Pertama, Para Siswa-siswi diharapkan bisa cerdas dan trampil dalam menggunakan Media Digital terutama media sosial,”terangnya.

Kedua, lanjut dia,  merujuk data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2TP2A) tahun 2022 di Kota Ambon hampir 85 persen penyebab atau pemicu dari kejadian kekerasan seksual itu berawal dari media sosial. “Karena itu, KPID berharap dengan adanya Literasi Digital yang sudah dimulai sejak bulan Agustus lalu, bisa membantu menurunkan tingkat kekerasan melalui media digital (Cyberbulliying),”paparnya.

Ada 4 Tema utama dalam Literasi Digital yaitu Etis Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital dan Cakap Bermedia Digital. “KPID Maluku mengandeng Pemerintah dan DPRD Provinsi Maluku untuk bersama sama melakukan literasi digital,”sebutnya.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *