Connect with us

Hukum

Kembali, Polisi Tangkap Satu Pelaku Pencabulan, Ini Modusnya

Published

on

AMBON, DM.COM,-Untuk kesekian kalinya, pihak Satreskrim Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, kembali  mengungkapkan  tindak pidana percabulan terhadap korban anak. Kali ini tersangka D.A alias D (31) ditangkap setelah melakukan pencabulan terhadap korban  B (16). Pelaku ditangkap, Senin (17/10/2022) di sekitar Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Moyo Utomo mengatakan, peristiwa pencabulan terjadi Minggu (9/10/2022)  sekira pukul 16.00 WIT. Namun, baru dilaporkan Senin (10/10/2022) sekira pukul 20.00 WIT.”Modus operandi adalah, tersangka melakukan tipu muslihat atau serangkaian kebohongan kemudian melakukan perbuatan cabul terhadap korban,”kata Utomo, Jumat (21/10/2022).

Kronologisnya, kata dia,  berawal korban sedang duduk di dalam kamar kostnya. Disebutkan, ketika itu korban melihat tersangka yang saat itu sedang bersama pacarnya yang berada di sebelah kamar kost korban.”Tersangka tiba-tiba  datang, duduk di samping pintu kamar korban yabg terbuka. Tersangka, lalu mengajak korban berbincang. Saat sedang berbincang, tersangka meminta tangan korban untuk melihat tangan korban, “terangnya.

Awalnya, beber dia, korban tidak mau namun tersangka mengatakan.” “Kasih tangan kiri saja.” Lalu korban membuka tangan kirinya dan arahkan kepada tersangka. Saat itu tersangka memegang tangan korban dan melihat tangan korban kemudian mengatakan.” Adw se ni masih polos, Beta musti kasi mandi se supaya jang se kenapa-kenapa,”beber Utomo menirukan  bujuk rayu tersangka kepada korban dengan dialog Ambon.

Tak hanya disitu, tersangka kemudian menyuruh korban untuk mengambil air dan berganti pakaian dengan hanya menggunakan kain sebatas dada. Setelah itu tersangka meminta korban mengambil kain  untuk memandikan korban.”Selanjutnya, korban duduk di lantai lalu tersangka memasukan kain lap di air, kemudian menggosokkan kain lap tersebut di badan korban sambil membaca doa mulai dari kepala, badan hingga tangan dab kaki korban, “paparnya.

Selanjutnya, sebut dia, tersangka menyuruh korban membuka kain di bagian dada yang saat itu menutupi badan, sehingga korban telanjang. Kemudian tersangka kembali membasuh korban mulai dari wajah hingga turun ke bagian dada korban.”Kemudian tersangka melakukan pencabulan terhadap korban. Saat itu korban juga melihat tersangka mengambil Hand phone dan merekam perbuatan tersangka,”tuturnya

Namun, ketika tersangka ingin membuka celana korban, korban langsung berdiri dan kembali memakai pakaian dan hendak  berteriak,  namun tersangka mengatakan.  “Se mau baribot-baribot apa, tarkama beta kas viral. Setelah itu tersangkapun keluar  dari kamar. Setelah kejadian tersebut korban memberitahukan kepada kakaknya kemudian mendatangi kantor Polresta Pulau Ambon daj P.P. Lease guna diproses sesuai hukum yang berlaku,”jelasnya.

Usai menerima laporan polisi, tambah dia, pihaknya melakukan pemeriksaan Visum Et Repertum (VER) terhadap korban, melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi – saksi sejumlah 4 orang, penyitaan barang bukti, pemeriksaan, penangkapan dan penahanan tersangka.

Tindak pidana  percabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud Pasal 82 Ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *