Connect with us

Parlemen

Kunjungi Pulau Luang, Warga Lapor Krisis Air Bersih, Abrasi, Transportasi Laut, BBM, Listrik ke Anos Yeremias

Published

on

LUANG,DM.COM,–Usai kunjungi Pulau Metimiarang, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, S.Sos., M.Si., kembali menemui warga Desa Luang Barat dan Desa Luang Timur, Kecamatan Mdona Hiera, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Didaerah penghasil Ikan itu, politisi Partai Golkar itu, menyerap secara langsung berbagai aspirasi masyarakat Pulau Luang, Kamis (3/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Anos Yeremias menggelar pertemuan bersama Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama serta sejumlah warga masyarakat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka. Masyarakat menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang selama ini masih dihadapi Pulau Luang, terutama terkait air bersih, abrasi pantai, transportasi laut, dermaga, distribusi BBM, pelayanan listrik serta konektivitas kapal perintis.

Kepala Desa, Anderson Leha, meminta Pemerintah Provinsi Maluku memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan kebutuhan air bersih dan ancaman abrasi yang terus terjadi di Pulau Luang.

“Kami sulit mendapatkan air bersih. Ketika musim Barat, ombak menghantam pantai dan terjadi abrasi. Kami sangat membutuhkan talud penahan ombak. Pemerintah Provinsi Maluku tolong lihat dan perhatikan kami,” ungkap Anderson Leha.

KAPAL PERINTIS HANYA MELINTAS, MASYARAKAT LUANG KESULITAN

Sementara itu, Ende Pay menyampaikan keluhan mengenai pelayanan kapal perintis. Menurutnya, kapal yang melayani lintasan Ambon–Damer–Tepa–Mahaleta selama ini hanya melintas di depan Pulau Luang tanpa memberikan akses pelayanan yang memadai kepada masyarakat setempat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan bepergian keluar Pulau Luang maupun memasarkan hasil usaha, terutama hasil budidaya rumput laut.

Permasalahan menjadi semakin berat ketika terdapat masyarakat yang sakit dan membutuhkan rujukan ke rumah sakit.

“Katanya kapal perintis untuk rakyat, tetapi kami di Luang merasa belum mendapatkan pelayanan yang memadai. Kalau ada masyarakat sakit dan harus dirujuk, kami sangat kesulitan. Kami juga tidak mempunyai dermaga, sementara transportasi kapal sangat terbatas dan risiko kecelakaan laut cukup tinggi,” katanya.

Ia berharap adanya penataan kembali trayek kapal agar masyarakat Luang memperoleh akses yang lebih pendek dan cepat menuju Ambon.

WARGA KELUHKAN BBM MAHAL DAN KUOTA TERBATAS

Aspirasi lainnya disampaikan, John Karuna. Dia menyoroti persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Luang.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya menghadapi harga BBM yang sangat mahal, tetapi juga keterbatasan kuota.

“BBM sudah mahal, kuotanya juga kecil. Kami berharap ada perhatian terhadap distribusi BBM agar masyarakat Pulau Luang memperoleh harga dan pasokan yang lebih wajar,” ujarnya.

John Karuna juga meminta agar Trayek R-73 dapat dikembalikan atau kembali melayani Pulau Luang sehingga masyarakat mendapatkan akses transportasi laut yang lebih cepat dan efektif.

JEMAAT MINTA DEVIASI KAPAL UNTUK PERESMIAN GEREJA

Dalam kesempatan yang sama, Pendeta GPM Luang Timur, Pdt. Riry, meminta dukungan Anos Yeremias untuk memperjuangkan deviasi kapal dalam rangka mendukung pelaksanaan Peresmian Gereja di Luang Timur.

Selain untuk kepentingan kegiatan gerejawi tersebut, dirinya juga berharap ke depan terdapat tambahan trayek kapal yang melayani Pulau Luang secara langsung, mengingat transportasi laut merupakan kebutuhan utama masyarakat kepulauan.

MASYARAKAT MINTA TAMBAHAN JAM NYALA LISTRIK

Sementara, Lenny Wonata menyampaikan aspirasi mengenai pelayanan listrik PLN.

Ia berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi maupun koordinasi dengan PLN untuk memberikan tambahan jam nyala listrik bagi masyarakat Pulau Luang.

Menurut masyarakat, ketersediaan listrik yang lebih memadai sangat penting untuk mendukung aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik serta pengembangan ekonomi masyarakat.

“KALAU KAMPANYE BANYAK YANG DATANG, SETELAH TERPILIH JANGAN LUPA RAKYAT”

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Anos Yeremias karena bersedia datang langsung dan berdialog dengan masyarakat.

John Karuna, Ende Pay, Lenny Wonata dan Pdt. Riry, bersama masyarakat lainnya, menyampaikan bahwa kunjungan seperti ini sangat penting agar persoalan yang mereka alami dapat didengar langsung oleh wakil rakyat.

Masyarakat bahkan menyebut pertemuan tersebut sebagai pengalaman yang sangat berarti karena selama ini mereka merasa jarang dikunjungi secara langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Maluku untuk menyerap aspirasi setelah Pemilu selesai.

“Kalau masa kampanye pasti banyak yang datang ke Luang. Tetapi setelah terpilih, masyarakat jarang sekali dikunjungi. Akibatnya banyak aspirasi kami tidak sampai ke Pemerintah Provinsi Maluku untuk kemudian dijadikan kebijakan pembangunan bagi Pulau Luang,” ungkap warga.»

ANOS YEREMIAS: ASPIRASI INI AKAN SAYA LANJUTKAN

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anos Yeremias menegaskan bahwa seluruh persoalan yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk selanjutnya diperjuangkan dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Maluku maupun instansi terkait.

“Beta datang untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi tentang air bersih, talud penahan ombak, kapal perintis, dermaga, BBM, listrik maupun kebutuhan transportasi laut akan beta lanjutkan dan koordinasikan dengan instansi terkait sesuai kewenangannya,” tegas Anos.

Menurutnya, karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan menuntut adanya keberpihakan kebijakan terhadap masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil dan jauh dari pusat pemerintahan.

“Masyarakat Pulau Luang juga berhak mendapatkan pelayanan pembangunan yang layak. Jarak dan kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan masyarakat kehilangan akses terhadap pelayanan dasar, transportasi, energi dan infrastruktur,” pungkas Anos Yeremias.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *