Connect with us

Ekonomi

Luar Biasa, IPM MBD Terus Meningkat Signifikan Diatas Provinsi Maluku

Published

on

AMBON,DM.COM,-Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati MBD, Benyamin Noach-Agustinus Kilikily, terus menunjukan kinerja membanggakan dan berprestasi.

Setelah sukses meraih “Quintrick” Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau lima kali berturut-turut, sejak 2019, 2020, 2021, 2022, dan 2023,
dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Maluku, kini MBD tercatat laju pertumbuhan IPM terus mengalami peningkatan dari Tahun 2018 hingga 2023. Menariknya, IPM MBD terus meningkat dan selalu diatas Provinsi Maluku.

Sesuai laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan analisis Julianti Madiuw, sebagaimana diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (13/5/2024), tercatat laju pertumbuhan IPM MBD, dari Tahun 20222 hongga 2023, yakni 1,36 persen melampui Provinsi Maluku, yakni 1,03 persen. Selanjutnya, Pemkab MBD menargetkan laju pertumbuhan IPM Tahun 2023-2024, yakni 1,40 persen. Ini ditargetkan agar laju IPM MBD kembali diatas rata-rata Provinsi Maluku.

Padahal, sejak Tahun 2021 hingga 2022, laju IPM MBD, yakni 1,12 persen. Sementara Maluku, yakni 0,73 persen. Hal ini, karena dukungan masyarakat yang menjadi kunci MBD kembali laju 1,12 persen dari Provinsi Maluku, yang hanya 0,7 persen.

Tahun 2020 hingga 2021, laju IPM MBD, 0,76 persen dan IPM Provinsi Maluku, 0,32 persen. Kebangkitan IPM MBD Tahun 2021, dengan laju IPM, 0,76, sehingga melampui Provinsi Maluku, dengan laju 0,32 persen.

Ironisnya, pada Tahun 2019-2020, laju IPM MBD hanya 0,57 persen. Sementara Provinsi Maluku, 0,06 persen. Ini setelah menghadapi Covid-19, Pemkab MBD berusaha mempertahankan IPM, yakni 0,57 persen diatas Maluku, yang hanya 0,06 persen.

Sedangkan Tahun 2018 hingga 2019, laju IPM MBD, sebanyak 1,50 persen, dan Maluku hanya meraih 0,84 persen. Bahkan, laju pertumbuhan IPM MBD, sebesar 1,50 persen diatas Maluku, yang hanya 0,84 persen, terbaik diatas 10 kabupaten dan kota lainya di Maluku.

Terpisah, salah satu pemerhati kebijakan publik, Yan Sariwating mengaku, ditengah kabupaten dan kota lain, minim prestasi, Pemkab MBD dibawah kepemimpinan Noach-Kilikily, justeru terus menorehkan prestasi yang membanggakan.”Tentu dengan prestasi ini berimplikasi terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di MBD, “kata Lekatompessy, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (13/5/2024).

Dia mengaku, peningkatan IPM didukung oleh peningkatan hampir semua indikator pembentuknya, yakni usia harapan hidup saat lahir 73,93 tahun, rata-rata lama sekolah 8,77 tahun, harapan lama sekolah 13,15 tahun. Serta pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan.

“Tentu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh signifikan dan positif terhadap pertumbuhan ekonomi di jangka pendek. Dengan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia setiap tahunnya membuat peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas menggambarkan peningkatan produksi barang dan jasa,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *