Ragam
Perayaan HUT GPM, PHHBG & Sinode GPM Beri Bantuan Diagonal Ke 194 Tuagama



AMBON,DM.COM, -Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-91, jadi berkah bagi para Tuagama yang selama ini bertugas menjaga, merawat, dan memelihara rumah Tuhan serta membantu kelancaran ibadah jemaat.
Pasalnya, penambahan usia Gereja tertua dan terbesar di Provinsi Maluku dan Maluku Utara itu, para Tuagama mendapat bantuan Diagonal. Para tuagama yang mendapat bantuan Diagonal, yakni tuagama berasal dari 5 Klasis, yakni Klasis Kota Ambon, Klasis Pulau Ambon, Klasis Pulau Ambon Timur, Klasis Pulau Ambon Utara, dan Klasis Pulau-Pulau Banda, sebanyak 194 Tuagama.
Ini tercermin ketika perayaan HUT GPM Ke-91 yang dipusatkan di Baileu Oikumene, Minggu (6/9/2026). Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, Tenaga Ahli Menteri ESDM RI, Michael Wattimena, perwakilan Forkopimda Maluku, Sekda Maluku, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, pimpinan Umat Beragama, Pimpinan Perguruan Tinggi, MPH Sinode GPM, pimpinan klasis, mantan Ketua Sinode GPM, mitra gereja di sejumlaj negara, dan tamu undangan lainya.
Ketua Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHHBG), Benhur George Watubun mengatakan, HUT GPM Ke-91, menjadi momentum mensyukuri kasih Allah, yang terus menyertai perjalanan-perjalanan pelayanan GPM di Maluku dan Maluku Utara.
“Ini sekaligus meneguhkan kembali panggilan Gereja untuk terus melayani dan bermisi di tengah berbagai tantangan zaman,”kata Watubun.
Ketua DPRD Provinsi Maluku ini mengaku, perayaan HUT GPM Ke-91, mengusung tema, “Bersyukur Tekunlah Bermisi dengan Takut akan Allah. Berdasarkan Mazmur 136 : ayat 1 hingga 6. Pengkhotbah 4 ; ayat 17 dan Penghotbah 5 : ayat 1 hingga 6. Berdasarkan tema ini, HUT GPM Ke-91, bukan hanya momentum mengulangi perjalanan sejarah, tetapi menjadi kesempatan untuk memperbaharui, komitmen Gereja agar terus bersyukur atas kasih dan setia Allah,”paparnya.
Menurut Ketua DPD PDI PerjuanganProvinsi Maluku itu, tekun menjalankan misi dan hidup takut akan Allah. “Teman ini juga menjadi dasar bagi kami, menjalankan layanan Diagonal kepada para Tuagama GPM sebagai bentuk ungkapan syukur atas pengabdian kepada mereka selama ini,”terangnya.
Dia mengaku, Tuagama adalah pribadi-pribadi yang mengabdi tanpa batas. Dengan setia dan tulus menjalankan tugas pelayanan, maka pelayanan itu menuntut pengorbanan waktu dan tenaga.”Mereka adalah orang-orang dibalik layar pelayanan Gereja. Banyak hal yang mereka lakukan. Mungkin tidak selalu tampak oleh mata dan tidak selalu disebutkan, namun semua dilakukan bernilai yang sangat berharga bagi keberlangsunan pelayanan Gereja,”bebernya.(DM-04)