Connect with us

Politik

Wouw, Akedemisi & Pengamat Akui Matt Marasabessy Figur “Mumpuni,” Layak Jabat Bupati Malteng

Published

on

AMBON,DM.COM,-Kesiapan Muhamat Marasabessy, merebut kursi Bupati Maluku Tengah (Malteng), langsung mendapat respon positif dari sejumlah pihak. Ini setelah mantan Penjabat Bupati Malteng itu dinilai sangat mumpuni dan layak kembali melanjutkan kepemimpinan dan membangun daerah itu, kearah yang lebih baik.

M. Saleh Wattiheluw, pemerhati kebijakan publik mengatakan, kapasitas mantan Penjabat Bupati M. Marasabessy, masuk sebagai salah satu figur bursa bakal calon Bupati Malteng di “pesta” perpolitikan lokal lima tahunan medio November 2024 mendatang, menjadi menarik dan patut diperhitung dikancah perpolitikan di Malteng.

“Setidaknya, selama satu tahun sebagai Penjabat Bupati Malteng, telah memiliki pengalaman serta jaringan yang sudah “bekerja” tinggal bagaimana mencari pasangan calon wakilnya yang tepat dan sekiranya Marasabessy cepat membaca peluang dan segara deklarasi, maka peta semakin menarik, apalagi proses pendaftaran bakal claon Bupati dan Wakil Bupati, semakin dekat tepatnya bulan Agustus 2024 nanti,”kata Wattiheluw, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (1/4/2024).

M.Saleh Wattiheluw

Mantan anggota DPRD Provinsi Maluku ini mengaku, segudang pengalaman birokrasi dan organisasi Pak Matt (sapaan akrab Marasabessy), tidak bisa diragukan lagi. Selain mantan Pj Bupati Malteng, Pak Matt, pernah menjabat Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, mantan Pejabat di Kementerian PUPR, dan terakhir Kadis PUPR Provinsi Maluku. Pak Matt juga saat ini menjabat Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Mahasiswa Unpatti (IKAPATI), Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Maluku, dan mantan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Maluku.

“Pilihan Pak Matt, maju dalam konstestasi di Malteng adalah pilihan dan sikap politik yang tepat dan sangat strategis serta menantang. Hadir dengan misi untuk memperbaiki Kabupaten Malteng yang sekarang dalam kondisi tidak baik-baik saja,”beber Dosen Unidjar Masohi ini.

Diakui, ada hal lain yang perlu dipertimbangkan bahwa Malteng, sebagai kabupaten terbesar di Maluku, dengan luas wilayah yang sangat luas, tentunya membutuhkan cost politik yang sangat besar. “Artinya, tidak cukup hanya dengan popularitas pasangan calon, selain itu dukungan koalisi yang solid serta didukung jaringan tim relawan yang handal,”ingatnya.

Apalagi, sebut dia, akan hadir sejumlah bakal calon Bupati-Wakil Bupati Malteng. Sebut saja Ibrahim Ruhunusa, Mirati Dewaningsi, Rudy Lailosa, Haurisa, Amin Ruati, Wahid Laitupa, Saadiah Uluputy.” Dengan demikian demokrasi menjadi menarik, artinya ada tawaran kepada publik Malteng untuk saatnya memilih pasangan yang paling terbaik diantara yang terbaik dan Mari kita ikuti proses selanjutnya,”jelasnya.

Apalagi, ingat dia, harapan publik agar Malteng bisa keluar dari himpitan problematika pemerintahan, pembangunan, kemiskinan, pengangguran, pendapatan percapita penduduk serta masalah sosial kemasyarakatan lain, tentunya tergantung siapa Bupati dan Wakil Bupati akan datang.

Sementara itu, Wahada Mony
Direktur Maluku Political Netwotk mengatakan, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malteng, bakal semakin seru. Hal ini karena tidak mengikutsertakan incumbent juga dinasti politik Tuasikal.

” Pertarungan politik menjadi arena bebas kompetensi. Jadi kemungkinan semua kandidat dari berbagai latar belakang memiliki peluang yang sama untuk memperebutkan kursi nomor 1 di negeri yang bertajuk Pamahanunusa tersebut,”kata Mony, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Senin ( 1/4/2024).

Sederet nama mulai muncul, semisal Saadiyah Uluputi, Muhammat Marasabessy, Rakib Sahubawa, Ibrahim Ruhunusa, Wahid Laitupa, maupun istri Mantan Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, Amien Ruati Tuasikal.

“Tiga nama menguat, seperti Saadia, Amien Ruati maupun Muhammat Marasabessy. Saadia adalah politisi PKS, 4 kali bertarung sebagai kompetitor. Ia bagai magnet politik yang dipilih rakyat hingga lolos menjadi Anggota DPRD Provinsi 2 Periode dan DPR RI untuk 2 Periode. Kondisi ini membuktikan kalau Saadia tidak bisa diragukan kapasitas kompetitor politiknya dikancah politik lokal Maluku,” jelasnya.

Sedangkan Amien Ruati Tuasikal, yang pasti bukan politisi kawakan seperti halnya Saadia. Ruati Tuasikal, yang jelas akan menggandeng nama besar Tuasikal, ada nama besar Abdullah, Abua maupun Mirati.” Jika Amien Ruati benar-benar didorong maju, maka sistem ini akan bekerja untuk memperebutkan kursi Bupati Malteng tersebut,”katanya.

Berbeda dengan Saadia maupun Ruati, Muhammat Marasabessy juga patut diperhitungkan diPilkada Maluku Tengah. Pak Matt (sapaan Akrab Muhammat Marasabesay) juga menyatakan serius maju Pilkada Malteng. ” Track recordnya tak bisa diragukan, sejumlah jabatan strategis sebagai seorang birokrat pernah didapuk. Hingga puncak menjabat Pj. Bupati Maluku Tengah. Namanya moncreng, saat menjadi Pj. Bupati, sudah dikenal publik dan banyak sudah dilakukan. Hal ini kemudian akan menjadi modal politik dalam keikutsertaannya dalam pemilihan Bupati Malteng,”paparnya.

Menurut dia, Pak Matt memiliki peluang berkompetisi sangat terbuka, kapasitas membangun Maluku serta Malteng juga sangat besar karena sudah teruji. Begitu banyak kontribusinya, sehingga banyak rakyat maupun sebagian besar masyarakat Malteng masih menginginkan dirinya untuk maju Pilkada Malteng.

“Jadi antara Saadia, Ruati maupun Matt Marasabessy memiliki kontribusi yang sama dan mempunyai peluang terbuka dalam perhelatan politik di Maluku Tengah. Tinggal bagaiman memoles dan membranding ide dan gagasan untuk memajukan Maluku Tengah sebagai kualitas pencitraan dalam memikat hati masyarakat,”sebutnya.

Apalagi Malteng, lanjut dia, sebagai salah satu Kabupaten tertua di Maluku ini banyak menyisahkan kemiskinan dan paradoks pembangunan ditengah tengah masyarakat. Pilkada Malteng, sebut dia, kemudian harus menjadi pintu masuk bagi kemajuan dan kemaslahatan masyarakat.

“Artinya, seleksi politik di daerah ini harus benar-benar kompetitif dan memilih figur pemimpin lokal yang amanah dan bertanggung jawab atas sederet persoalan krusial di Maluku tengah. Saadia, Ruati maupun Matt Marasabessy, masyarakat Malteng akan menaruh ekspektasi besar dipundak mereka,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *