Pemkot Ambon
Hadiri Penyerahan BSPS di Hative Kecil, Walikota : Ada Warga Masih Diami Barak Pengungsian
AMBON, DM.COM,– Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena menghadiri seremonial serah terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2025 di Negeri Hative Kecil, Kota Ambon, Selasa (3/03/2026).
Hadir pada kesmepatan itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, anggota DPR RI Saadiah Uluputty, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Jhon Lewerissa, Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tanaela, pimpinan OPD terkait, Kepala Kejaksaan Tinggi atau yang mewakili, Kepala Balai Penyedia Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku, Raja Negeri Hative Kecil, serta masyarakat penerima bantuan BSPS.
Walikota pada kesempatan itu, mengapresiasi bantuan renovasi rumah warga.”Pertama-tama beta mewakili 35 kepala keluarga, yang rumahnya telah dibedah atau diperbaiki, kami menyampaikan banyak terima kasih, kepada Ibu Saadiyah Uluputty dan Pak Gubernur yang telah berjuang dan juga kepala balai perumahan,”kata Walikota ketika menyampaikan sambutan.
Walikota mengaku, bantuan renovasi rumah sangat bermanfaat bagi warga di Kota Ambon. ” Yang berikut katong terus mendukung Sapta Cipta pak Gubernur dan 17 program prioritas Walikota dan Wakil Walikota Ambon. Paling tidak bagaimana kita bisa mengatasi kemiskinan. Karena dampak dari kemiskinan yaitu rumah yang tidak layak huni. Akses air bersih belum terpenuhi dan lain-lain,”paparnya.
Dikatakan, ada beberapa hal yang mau disampaikan pada saat ini, bahwa indentifikasi terhadap rumah tidak layak huni, memang mengalami kendala di kota Ambon.
“Memang kasat mata, rumah kelihatan tidak layak huni. Tapi ketika diperhadapkan dengan administrasi terjadi kendala,”terangnya.
Dia mencontohkan, mereka masuk dalam DTSN. Di SIL 1 hingga 4 misalnya, tidak tercantum pekerjaan, tapi wiraswasta. “Yang berikut tanah rumah tidak layak huni bukan miliknya,,”ingatnya.
Tak hanya itu, pada kesempatan itu, Walikota juga menitip eks pengungsi Silo, pengungsi Kayeli, dan Air Manis.” Ini katong berjuang hampir 25 tahun untuk mendapat rumah khusus dari Kementerian PUPR. Tapi sudah berupaya menyurati bertemu dengan Deputi. Bertemu dengan semua pihak,”bebernya.
Padahal, ingat Walikota, semua persyaratan sudah siap dengan perencanaanya. “Semuanya sudah siap. Bahkan tanahnya sudah siap. Tapi sampai sekarang ini belum ada. Jadi mereka sampai sekarang masih berada di barak-barak pengungsian. Jadi waktu beta Pj Walikota kita terus bejuang dan koordinasi terus,”pungkasnya.(DM-04)