Connect with us

Parlemen

Soal Pendanaan MIP, DPRD Maluku : Ini Dibiayai Bank Dunia, Bukan Pempus

Published

on

AMBON,DM.COM,-Pemindahan lokasi proyek Maluku Integrated Port (MIP) dari Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat ke Liang ayau Waai, Kabupaten Maluku Tengah melalui kajian dan pertimbangan serta kepentingan yang matang.

Sebab, MIP didanai oleh Bank Dunia, bukan didanai APBN maupun APBD maupun sumber pembiayaan lain dari pusat maupin didaerah.

Jadi pembangunan MIP tidak pakai uang kita. Tapi pakai dana dari Bank dunia yang memiki kepentingan dan pertimbangan tertentu,”kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa, melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (12/3/2026).

Pernyataan Lewerissa, sekaligus mengungkap fakta penting terkait pembiayaan proyek Maluku Integrated Port (MIP). Ia menjelaskan bahwa pembangunan pelabuhan tersebut tidak dibiayai oleh pemerintah pusat, melainkan melalui pendanaan dari World Bank.

Menurut politisi senior Partai Gerindra ini, karena sumber pembiayaan berasal dari lembaga keuangan internasional, sejumlah keputusan strategis dalam proyek tersebut mengikuti mekanisme, kajian, serta ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Dunia.

Hal ini memunculkan perhatian publik terkait sejauh mana keterlibatan dan manfaat langsung yang akan dirasakan oleh masyarakat Maluku, mengingat proyek MIP sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu infrastruktur strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Perlu dilethaii bahwa pembangunan MIP tidak pakai uang dipisat maupun daerah. Tapi pakai dana dari Bank dunia yang memiliki kepentingan dan pertimbangan khusus,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *