Parlemen
Jelang Idul Fitri, DPRD Maluku Minta Tambahan Jam Terbang ke Malra & Tual
AMBON, DM.COM,-Saat ini penerbangan sipil ke Bandara Karel Sadsaitubun, dalam sepekan hanya hari Selasa dan Sabtu. Karenanya, memasuki Idul Fitri pihak otoritas penerbangan diminta menambah jam terbang, sehingga memudahkan warga yang hendak ke kota Tual dan Maluku Tenggara mudik di dua daerah itu.
Hal ini disampaikan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Mumin Refra, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (12/3/2026)
Untuk itu, harap wakil rakyqy dari dapil Malra, Kota Tual, dan Aru itu, perlu ada langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan penumpang yang biasanya terjadi menjelang Idul Fitri, khususnya pada rute penerbangan dari Bandara Pattimura Ambon menuju Maluku Tenggara.
“Apakah otoritas bandara memiliki kewenangan yang cukup untuk menambah jadwal penerbangan menjelang Idul Fitri,” ujar Refra.
Politisi PKB menjelaskan, saat ini penerbangan menuju Maluku Tenggara tidak beroperasi pada hari Selasa dan Sabtu.
Kondisi ini dinilai dapat menyulitkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, terutama pada masa arus mudik.
Karena itu, ia berharap, ada penambahan jadwal penerbangan pada hari-hari tersebut guna memudahkan mobilitas masyarakat.
Refra menegaskan, usulan tersebut merupakan akumulasi dari aspirasi masyarakat yang menginginkan akses transportasi udara yang lebih memadai, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Apa yang saya sampaikan ini merupakan akumulasi dari keinginan publik agar menjadi perhatian bersama,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan transportasi dan operasional penerbangan.
Refra berharap, sinergi antar instansi terus terjaga sehingga pelayanan transportasi udara kepada masyarakat dapat berjalan normal dan sesuai target, khususnya menjelang Idul Fitri.
Apakah otoritas bandara memiliki kewenangan yang cukup untuk menambah jadwal penerbangan menjelang Idul Fitri,” ujar Refra dalam rapat tersebut.
Ia menjelaskan, saat ini penerbangan menuju Maluku Tenggara tidak beroperasi pada hari Selasa dan Sabtu.
Kondisi ini dinilai dapat menyulitkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, terutama pada masa arus mudik.
Karena itu, ia berharap, ada penambahan jadwal penerbangan pada hari-hari tersebut guna memudahkan mobilitas masyarakat.
Refra menegaskan, usulan tersebut merupakan akumulasi dari aspirasi masyarakat yang menginginkan akses transportasi udara yang lebih memadai, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Apa yang saya sampaikan ini merupakan akumulasi dari keinginan publik agar menjadi perhatian bersama,” katanya.
juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan transportasi dan operasional penerbangan.
Refra berharap, sinergi antar instansi terus terjaga sehingga pelayanan transportasi udara kepada masyarakat dapat berjalan normal dan sesuai target, khususnya menjelang Idul Fitri.(DM-04)