Connect with us

Hukum

Perkuat Kamtibmas & Silaturahmi, Kapolda & Gubernur Safari Ramadhan di SBB

Published

on

AMBON,DM.COM,– Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Negeri Iha dan Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Senin (16/3/2026), guna memperkuat stabilitas keamanan serta mempererat hubungan dengan masyarakat pesisir.

Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah bersama TNI-Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama bulan suci Ramadhan.

Rombongan Forkopimda tiba di Pelabuhan Desa Luhu menggunakan KM Seram Sea dan disambut oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Forkopimda setempat, serta tokoh masyarakat. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembagian kunjungan, di mana Gubernur Maluku menuju Negeri Iha, sementara Kapolda Maluku melaksanakan kegiatan di Negeri Luhu.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku menegaskan pentingnya menjaga keamanan secara bersama-sama, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki peran strategis dalam stabilitas daerah.

“Safari Ramadhan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi. Stabilitas kamtibmas adalah kunci pembangunan daerah,” ujar Kapolda Maluku.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku, pimpinan OPD, unsur TNI, Polri, akademisi, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Selain mempererat silaturahmi, Safari Ramadhan juga dimanfaatkan sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali.

Safari Ramadhan yang dilakukan Kapolda Maluku dan Gubernur Maluku di wilayah Seram Bagian Barat menunjukkan bahwa pendekatan keamanan tidak lagi semata berbasis penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan sosial dan kultural. Kehadiran langsung pimpinan daerah dan aparat keamanan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang relatif jauh dari pusat pemerintahan, menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir secara nyata.

Momentum Ramadhan dimanfaatkan secara strategis untuk membangun kepercayaan publik (public trust), yang merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas jangka panjang. Interaksi langsung dengan masyarakat juga membuka ruang dialog yang lebih humanis, sehingga potensi konflik sosial dapat diminimalisir sejak dini.

Di tengah dinamika wilayah kepulauan seperti Maluku, pola pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi kunci. Oleh karena itu, kegiatan seperti Safari Ramadhan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial serta menjaga keamanan yang berkelanjutan.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *