Hukum
Ortu Catar Kuatir Jalur “Titipan,” Polda : Rekrutmen Akpol 2026 di Maluku Pengawasan Berlapis & Sistem Terbuka
AMBON,DM.COM,-Meski tim reformasi Kepolisian dan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, penerimaan calon Akademi Kepolisian (Akpol) tidak ada titipan, tidak serta merta membuat orang tua (Ortu) dari calon taruna dan taruni (Catar) Akpol, lega.
Mereka justeru, was-was dan resah, meski penerimaan Akpol kali ini, dikampanyekan berlangsung transparan dan terbuka, namun sistim budaya jalur “titipan” yang diduga masih dipraktekan oknum petinggi negara dan oknum petinggi Korps Bhayangkara itu, masih menghantui, sehingga membuat Ortu berharap penerimaan Akpol kali ini, budaya titipan benar-benar tidak lagi di praktekan.
“Kami berharap penerimaan Akpol kali ini murni dan sesuai hasil tes murni. Jangan ada lagi ada jalur titipan,”harap salah satu Ortu Akpol, ketika menghubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (25/5/2026).
Ortu calon Akpol yang enggan namanya diwartakan berharap, jika hasil seleksi Akpol, menghasilkan 5 calon Taruna Akpol yang lolos ke pusat, tidak ada yang gugur.”Kita berharap yang lolos seleksi ke pusat harus lolos murni dan tidak lagi ada intevensi, dan ada jalur khusus seperti titipan,”harapnya.
Untuk itu, dia berharap, harapan dan komitmen tim reformasi Kepolisian dan Kapolri agar tidak ada lagi titipan, harus menjadi dasar bagi Polda Maluku, agar dalam proses seleksi Akpol benar-benar bersih dan transparan.
Sementara itu, Polda Maluku melalui keterangan resmi yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (25/5/2026), menegaskan komitmennya mewujudkan rekrutmen Polri yang bersih, transparan, dan bebas praktik kecurangan kembali ditegaskan dalam pelaksanaan seleksi Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 di wilayah Maluku.
Buktinya, proses seleksi Uji Kesamaptaan Jasmani yang digelar di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Kamis (21/5/2026), dipantau langsung oleh Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta, S.E., M.H., bersama jajaran pengawas internal dan eksternal guna memastikan seluruh tahapan berjalan objektif dan akuntabel.
Pengawasan ketat dilakukan sebagai bagian dari implementasi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) yang menjadi pedoman dalam proses rekrutmen anggota Polri.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Dansat Brimob Polda Maluku selaku Ketua Bidang Kesamaptaan Jasmani, Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku, Kabag Watpers Biro SDM Polda Maluku, serta Kasubbag Diapers Bag Dalpers Biro SDM Polda Maluku.
Dalam pelaksanaannya, seleksi juga diawasi secara berlapis oleh unsur internal maupun eksternal. Pengawasan internal dilakukan oleh Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, sementara pengawasan eksternal melibatkan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku.
Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta menegaskan bahwa proses seleksi Akpol merupakan bagian penting dalam mencetak calon-calon perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan memiliki kualitas fisik yang prima.
“Seleksi Akpol bukan ruang kompromi ataupun titipan. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan setiap tahapan diawasi secara terbuka untuk memastikan proses berjalan objektif, bersih, dan bebas dari kecurangan,” tegas Kombes Pol I Made Sunarta.
Ia menambahkan, seluruh hasil penilaian peserta dicatat dan diumumkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada publik.
“Kami ingin memastikan kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen Polri terus terjaga. Karena itu, setiap tahapan dilakukan secara profesional dengan pengawasan ketat dari internal maupun eksternal,” ujarnya.
Sebanyak 29 peserta mengikuti tahapan Uji Kesamaptaan Jasmani yang terbagi dalam tiga kategori utama, yakni Kesamaptaan A berupa lari ketahanan selama 12 menit, Kesamaptaan B meliputi pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run, serta Kesamaptaan C berupa uji ketangkasan renang yang dilanjutkan pemeriksaan antropometrik atau postur tubuh.
Dari hasil pelaksanaan seleksi, dua peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya, masing-masing karena tidak hadir dan tidak mencapai standar nilai fisik yang telah ditentukan.
Sementara peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya sesuai mekanisme penerimaan Taruna Akpol Tahun Anggaran 2026.
Pelaksanaan seleksi berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan pengawasan ketat di seluruh tahapan. Polda Maluku menegaskan komitmennya mendukung reformasi rekrutmen Polri melalui sistem seleksi yang mengedepankan prinsip merit, transparansi, dan akuntabilitas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul serta dipercaya masyarakat.(DM-04)