Parlemen
Tak Kunjung Isi BBM, Tiga KM SN belum Berangkat, Yeremias Soroti Pertamina
AMBON,DM.COM,-Kapal Motor Sabuk Nusantara (KM SN) 87, 103, 33, saat ini belum berangkat dari pelabuhan Yos Sudarso Ambon menuju daerah tujuan. Hal ini karena belum mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Padahal, pengelola tiga kapal tersebut, telah membayar BBM sesuai kebutuhan kapal selama pelayaran pulang dan pergi.
Akibatnya, para calon penumpang tiga kapal tersebut mengeluh dan kecewa karena tidak kunjung berangkat menuju daerah tujuan.
Atas dasar itu, anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, angkat bicara. Wakil rakyat dari daerah pemilihan KKT dan MBD itu mengaku, sepanjang hari ini, dirinya intens berkoordiasi dan mendatangi PT Pertamina Cabang Ambon dan pengelola tiga kapal tersebut.
“Memang ada kendala teknis di perbankan. Padahal, pihak operator telah melaksanakan kewajiban membayar BBM yang akan digunakan KM SN 87, 103 dan 33,”kata Yeremias, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (26/5/2026).
Bahkan, anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku ini mengaku, dirinya baru saja mengecek ke pihak PT Pertamina dan pihak operator kapan dilakukan pengisian BBM di tiga kapal tersebut.”Oleh karena itu, beta minta kepada para calon penumpang dan basudara semua agar tetap bersabar,”harapnya.
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku ini mengaku, dirinya tidak tinggal diam. Dia terus membangun komunikasi dan koordinasi agar kapal segera diberangkatkan.”Jadi saat ini pihak operator sementara di Bank Mandiri Surabaya, Jawa Timur, untuk menyelesaikan kondisi ini,”terangnya.
Ini dilakukan, ingatnya, agar BBM segera diisi dan kapal tersebut dapat diberangkatkan segera.”Untuk itu, sebagai anggota DPRD dari dapil 7, beta tidak tinggal diam, soal masalah ini. Jadi beta mohon bersabar, jadi yang sudah stand by dan siap berangkat, tolong sabar sedikit,”imbuhnya.
Meski begitu, Yeremias menyesalkan sistim di perusahaan plat merah yang sepertinya masih manual, sehingga sistim pembayaran belum terkoneksi dengan baik.”Masak perusahaan negara sekaliber PT Pertamina Persero masih menggunakan sistim manual. Mestinya, sistim dirubah agar tidak lagi mengorbankan masyarakat banyak,”pungkasnya. (DM-04)