Connect with us

Hukum

Kapolda Maluku : Waspadai Egoisme Kelompok & Komunitas, Bisa Picu Konflik Sosial

Published

on

AMBON,DM.COM,-Kapolda Maluku Irjen Polisi Prof. Ir. Dadang Hartanto mengakui, konflik antar warga didaerah ini dari tahun ketahun mengalami penurunan signifikan.

Namun, orang pertama di Mapolda Maluku, mengigatkan masih ada egoisme antar kelompok dan komunitas mesti diwaspadai, sehingga sering menyulitkan proses penegakan hukum.

Pernyataan Kapolda, ketika duduk bacarita dengan organisasi media dan awak media di gedung Presisi Polda Maluku, Rabu (3/6/2026).

Hadir pada kesempatan itu, Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, sejumlah pejabat utama di Polda Maluku.

Meski begitu, Kapolda Maluku mengakui, potensi konflik sosial yang perlu terus diwaspadai. Kapolda mengakui, potensi konflik terjadi hanya karena persoalan sepele. Dia mencontohkan, Bullying di sekolah, lingkungan keluarga, hingga sikap egoisme kelompok dan komunitas.

“Sering kita diperhadapkan ego kelompok dan komunitas. Ini harus kita identifikasi dan waspadai bersama,” tegasnya.

Untuk itu, Kapolda mengigatkan, peran awak media dan organisasi pers yang sangat vital dan strategis bersama Kepolisian menjaga kondisi Kamtimbas yang selalu terjaga.”Saya sangat apresiasi peran teman-teman media bersama menjaga kondusitivitas. dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik,”jelasnya.

Apalagi, ingat Kapolda, potensi sumber daya alam, sangat kaya sehingga mesti.”Potensi alam Maluku luar biasa. Keindahan alam dan kekayaan alam yang luar biasa. Oleh karena itu, kita harus menjaga bersama dengan menciptakan kondusivitas. Utamanya, kita harus hindari bersama konflik sosial,”harapnya.

Untuk itu, dia mengaku, sejak 2024 lalu jumlah konflik sosial menurun, yakni 148 kasus. Tahun 2025, turun drastis menjadi 96 kasus. “Sementara di tahun 2026 ini, sejak bulan Januari 2026 hingga saat ini, turun drastis. Kedepan kita berharap tidak ada lagi bentrok antar warga, apalagi kita sudah memasuki bulan Juni 2026,”terangnya.

Tak hanya itu, Kapolda Maluku, juga mengaku, pihaknya saat ini tengah menjalankan program Polisi mengajar di sekolah-sekolah. “Tapi sumber daya alam kita terbatas. Setidaknya, kita memberikan edukasi bagi anak-anak kita menghargai nilai-nilai kepatuhan hukum,”paparnya.(DM-04)

.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *