Connect with us

Politik

Gubernur Bakal “Dikepung” Dua Figur Ini di Pilgub Maluku 2030, Ada yang Sudah Berpasangan ?

Published

on

AMBON,DM.COM,-Perhelatan “pesta” demokrasi lokal lima tahunan pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, masih menyisahkan empat tahun kedepan. Namun, sejumlah figur mulai mengemuka bakal maju mencalonkan diri merebut kursi “panas” Gubernur Maluku, yang saat ini diduduki Hendrik Lewerissa.

Dua figur bakal calon Gubernur Maluku, yang diwacanakan bakal menantang Hendrik Lewerissa dan bakal pasangan Wakil Gubernurnya adalah, Abdullah Vanath (Wakil Gubernur Maluku/Ketua DPW NasDem Maluku) dan Benhur George Watubun (Ketua DPRD Provinsi Maluku/Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku).

Abdullah Vanath, memang belum terang-terangan menyatakan kesiapanya balik menantang Lewerissa, pada Pilgub 2024 lalu, setelah mereka berpasangan mengalahkan Mutad Ismail-Michael Wattimena dan Jefri Rahawarin-Mukti Keliobas.

Namun, hubungan Lewerissa-Vanath, sering retak, sejumlah kalangan mengaitkan keinginan Vanath yang pernah menjabat Bupati Seram Bagian Timur dua periode itu, ingin merebut orang nomor satu didaerah ini.

Buktinya, Vanath diam-diam mulai sibuk mencari partai politik sebagai kendaraan politik maju di Pilgub untuk merebut kursi Gubernur. Vanath akhirnya, berhasil menakhodai DPW NasDem Maluku, setelah Ketua DPW NasDem Maluku sebelumnya berhalangan karena sakit.

Bahkan, Vanath dikabarkan telah bertemu mantan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk berpasangan pada Pilgub Maluku yang bakal digelar 2030 atau 2031 mendatang.”Bapa Ris dan bapa Dullah sudah sepakat berpasangan. Jadi tim sudah bajalan,”kata salah satu anggota tim Vanath-Louhenapessy, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (23/7/2026).

Anggota tim Vanath Louhenapessy, yang meminta namanya diwartakan, mengaku, NasDem dan Golkar, bakal mengusung Vanath-Louhenapessy.

Terpisah, salah satu orang dekat Louhenapessy, Jems Timisela, ketika dimintai konformasi soal informasi Vanath-Louhenapessy sudah sepakat berpasangan, dia mengaku, belum mengetahui.”Pak Ris Louhenapessy, sementara di Jakarta. Nanti kembali baru saya tanyakan kepada beliau soal informaso beliau sudah sepakat berpasangan di Pilgub,”kata Timisela.

Salah satu fungsionaris DPW NasDem Provinsi Maluku, Rasyid Wokanubun mengaku, jika ada kader NasDem ikut konstestasi di Pilkada, tentu kader internal mendukung.

“Nah, kalau beliau ingin maju merebut kursi Gubernur Maluku, mungkin saja kearah itu. Tapi, secara internal beliau belum sampaikan kepada kita. Tapi, tentu kader partai siap jika ditugaskan maju di Pilkafa,”tandasnya.

Sementara Watubun, secara terang-terangan menyatakan kesiapannya maju mencalonkan diri merebut kursi Gubernur Maluku, jika partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, mengusungnya.

Meski belum ada restu dari DPP PDIP, lawatan Watubun akrab disapa BGW ke sejumlah kabupaten untuk membuka musyawarah anak cabang PDIP, mulai mendapat dukungan dari akar rumput partai itu. Mereka kompak dan sepakat Watubun, merebut kursi Gubernur Maluku.

Bahkan, sejumlah ketua DPC PDIP menyatakan kesiapan memenangkan Watubun bersama pasanganya merebut kursi Gubernur Maluku, periode 2030-2035 diwilayahnya.

Terpisah, salah satu pengamat politik, Herman Siamiloy menilai, Vanath dan Watubun bersama pasangannya, berpotensi maju mencalonkan diri merebut kursi Gubernur dan bakal mengalahkan Lewerissa dan pasanganya di Pilgub Maluku.

“Jadi dalam dunia politik tidak ada yang tidak mungkin. Bisa saja, Hendrik Lewerissa dan pasanganya menang. Bisa saja Pak Vanath dan pasanganya menang. Begitu juga Pak Benhur dan pasanganya menang pIlgub. Jadi kemungkinan menang semakin terbuka,”jelasnya kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (23/7/2028).

Meski begitu, dia mengaku, jika dibandingkan dengan Vanath, peluang Watubun dan pasanganya paling berpeluang mengalahkan Lewerissa sab pasanganya.”Tergantung kinerja Lewerissa-Vanath lima tahun. Kalau mereka dinilai gagal, tentu peluang Watubun dan pasanganya memenangkan Pilgub,”tandasnya.

Apalagi, ingat dia, pengalaman PDIP mengusung kadernya maupun usung figur tertentu selalu berhasil memenangkan kontestasi Pilkada.”Jadi memang PDIP itu berpengalaman mengkonsolidasikan figur yang diusing. Para kadernya juga solid dan tegak lurus. Artinya, DPP PDIP putuskan siapa yang diusung mereka tertib barisan memenangkan figur yang diusung,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *