Connect with us

Ekonomi

BMW : Blok Masela Dikebut Beroperasi 2029 Atau 2030, Ini Andil Menteri ESDM untuk Maluku

Published

on

AMBON,DM.COM,-Tenaga Ahli Menteri ESDM RI, Dr Michael Wattimena, SE, SH, MM mengaku, Blok Minyak dan Gas (Migas) Masela, diproyeksikan beroperasi tahun 2029 atau 2030 mendatang.

“2029 mendatang, diharapkan Blok Masela berproduksi. Kalau delay (tertunda) sudah pasti tahun 3030 mendatang,”kata Wattimena, ketika menjadi salah satu pembicara Talk Show, terkait Blok Masela : Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Maluku dan Kedaulatan Energi Indonesia Indonesia di Cafe, Don-C di kawasan jalan Usltan Babulah, Kota Ambon, Senin (7/9/2026).

Selain Wattimena akrab disapa BMW (Bung Michael Wattimena) ada sejumlah pembicara, yakni Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura (Unpatti), Prof Dr Teddy Cristianto Leasiwal, SE, M.Si, Sosiolog Dr Manaf Tubaka, dan Direktur Eksekutif ( Center of Socio-Economic And Development Studies), Fajrin Rumalutur, S.Si. Talk Show di gelar komunitas BETABISA.ID dipandu oleh, Zen Anwar.

Terkait, pertanyaan Zen Anwar soal usai groundbreaking, terkesan jalan ditempat, BMW yang juga Komisaris PT Pertamina International Shipping mengaku, sudah ada proses pembangunan.”Dalam proses, sudah ada tender pengerjaan jalan dan pagar. Kalau konstruksi awal tahun 2027 sudah jalan. Jadi Pak Menteri tegaskan bahwa setelah Groundbreaking PSN Blok Masela, aktivitas terus berjalan,”terangnya.

Soal, peran Pemerintah Provinsi Maluku, mantan Wakil Ketua Komisi V dan Komisi IV DPR RI mengamati, Sekda Maluku, Sadali Ie, sebagai ketua tim terpadu provinsi terus berproses.

” Beliau menjadi Dirijen dinas-dinas yang terlibat dalam proses. Pak Sadali, kebetulan fasih sekali, beliau mantan Kadis Kehutanam. Beliau sangat paham aturan terkait hutan dan tanah dan kondisi lainya. Partisipasi daerah melalui tim rerpadu sudah sangat optimal,”tegasnya.

Terkait, persoalan lahan warga Lermatang, mantan calon Wakil Gubernur Maluku ini mengaku, sudah berbicara dengan Sekda Maluku, sebagai ketua tim terpadu.

“Sesuai pengkauan Pak Sekda, pendekatannya humanis. Dalam waktu dekat beliau akan melaporkan ke Pak Menteri ESDM dalam waktu dekat terkait ganti rugi lahan. Tapi, saya tangkap ketika Pak Menteri ESDM dihadapan warga, secara verbal bahwa lahan warga ganti untung,”tandasnya.

Untuk itu, BMW mengajak semua komponen masyarakat didaerah ini menyambut kehadiran Blok Masela, karena manfaat dan keuntungan yang sangat besar.” Tenaga kerja misalnya, sekitar 12 ribu tenaga kerja. Belum lagi Maluku dapatkan Participating Interest (PI) 10 persen. Jadi benefitnya luar biasa,”terangnya.

Lebih jauh dikisahkan, kehadiran Blok Masela, penantian panjang hampir 3 dekade masyarakat Tanimbar dan Maluku, menantikan pengoperasan Blok Migas terbesar di Asia Tenggara.

Bahkan, negara ini sudah dipimpin 6 Presiden dan sekitar 11 menteri ESDM RI sudah berganti, ada penarikan kepemilikan saham oleh Shell karena polemik on shore dan of shore. “Belum lagi kepemilikan Pertamina 20 dan lersen Petronas 15 persen. Apakah sudah klir. Tidak,”tegasnya.

Namun, ingat dia, ketika Kementerian ESDM dipimpin Menteri Bahlil Lahadalia yang lahir di Banda, mengamati bahwa tidak ada progres dari pemegang konsesi Blok Masela.”Disitu beliau lalu berikan surat peringatan pertama kepada INPEX. Setelah surat keluar dan duduk bersama pemerintah, INPEX kemudian melaporkan bahwa kondisi yang dialami adalah perijinan. Jadi memang Pak Menteri ESDMluar niasa perhatianya bagi Maluku, khusus Blok Masela,”terangnya.

Meski begitu, BMW mengaku, Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak mudah dikelola. Sebab, ingat dia, PSN tidak berdiri sendiri.”Jadi tidak tunggal sifatnya. Kalau di of shore mudah perijianan. Tidak melibatkan kementerian lain. Namun, karena on shore. perlu integrasi ijin. Tidak mudah didalamnya ada 5 sampai 7 kementerian dalam ijin integrasi,”paparnya.

Dia mengisahkan, sekitar medio Juni 2025 lalu, dirinya kebetulan ikut didalamnya. Ketika itu, rapat dipimpin Menteri ESDM libatkan semua Kementerian terlibat dalam ijin. Menteri minta Oktober 2025 diharapkan integrasi ijin keluar,”kisahnya.

Namun, ingat dia, ada ego sektoral, sehingga terjadi dilema. Ini yang membuat ini menjadi dilema. “Kalau konduktornya kementerian yang ada tidak sulit integrasi. Hal ini karena libatkan Kementerian lingkungan, kehutanan, BPN, Kementerian Perhubungan dan sejumlah kementerian lainya. Jadi ada sekitar 5 sampai 7 kementerian didalamnya,”jelasnya.

Apalagi, ingat dia, sekitar bulan Agustus 2025 lalu, dirinya bersama tim turun ke Tanimbar untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait hak-hak masyarakat soal tanaman diatasnya dan tanah.

Setelah acara Talk Show, BMW menyerahkan buku hasil karya Bahli kepada 6 peserta talk show yang mengajukan pertanyaan. Buku Bahlil yang dirilis sebanyak 10 buku ketika perayaan usia ke-50 Ketua Umum DPP Golkar itu yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. (DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *