Parlemen
Telusuri Pulau Terluar di MBD, Dihadapan Anos Yeremias, Masyarakat Hibahkan 9 Hektar Lahan Bangun PLTS



MBD, DM.COM,– Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, S.Sos., M.Si, melakukan rangkaian kunjungan lapangan ke sejumlah pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kehadiran Yeremias, untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan ketenagalistrikan serta rencana pengembangan infrastruktur listrik bagi masyarakat kepulauan dan wilayah perbatasan.
Perjalanan dilakukan dari satu pulau ke pulau lainnya dengan rute Pulau Moa – Pulau Metimiarang – Pulau Luang – Pulau Lakor – kembali ke Pulau Moa – Pulau Wetar – hingga Pulau Kisar.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Anos Yeremias turut didampingi oleh Manager PLN ULP Moa, Wahyudi Haspullah.
Masyarakat Metimiarang dan Luang Siap Hibahkan Lahan
Saat mengunjungi Pulau Metimiarang, Anos Yeremias bersama pihak PLN melakukan pertemuan dengan masyarakat serta meninjau lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Masyarakat Metimiarang memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut dan secara sukarela menyatakan kesediaannya untuk menghibahkan lahan seluas 1 hektare bagi pembangunan PLTS.
Dari Metimiarang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Luang.
Di Pulau Luang, selain melakukan pertemuan dengan masyarakat, rombongan juga meninjau kondisi PLTD Luang.
Masyarakat Pulau Luang juga menyatakan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan bersedia menghibahkan lahan seluas 1 hektare untuk pembangunan PLTS.
“Dukungan masyarakat ini merupakan modal yang sangat penting. Masyarakat bukan hanya meminta pembangunan listrik, tetapi juga menunjukkan keseriusan dengan bersedia menyediakan lahan secara sukarela,” ujar Anos Yeremias.
Tinjau PLTD Lakor dan Kembali ke Moa
Dari Pulau Luang, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Lakor untuk melihat secara langsung kondisi PLTD Lakor dan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat setempat.
Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan di Metimiarang, Luang dan Lakor, rombongan kembali ke Pulau Moa sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau Wetar.
Ke Wetar, Tinjau Jaringan SUTM Klisatu–Karbubu
Di Pulau Wetar, rombongan mengunjungi Desa Karbubu untuk melihat secara langsung pembangunan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dari Desa Klisatu menuju Desa Karbubu.
Pulau Wetar merupakan salah satu kawasan strategis karena berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.
Dari Karbubu, rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Desa Masapun dan Desa Mahuan untuk melihat kondisi masyarakat serta kebutuhan pelayanan ketenagalistrikan di wilayah tersebut.
Menurut Anos Yeremias, pembangunan infrastruktur listrik di pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan harus terus mendapat perhatian karena listrik memiliki fungsi strategis dalam mendukung pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, komunikasi serta aktivitas ekonomi masyarakat.
“Wilayah perbatasan harus mendapat pelayanan infrastruktur yang memadai.
Kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga soal kualitas hidup masyarakat dan kehadiran negara di wilayah terdepan,” tegasnya.
Masyarakat Nomaha Siapkan 7 Hektare untuk PLTS Pulau Kisar
Setelah menyelesaikan kunjungan di Pulau Wetar, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kisar.
Di Pulau Kisar, Anos Yeremias melakukan pertemuan bersama Tokoh-Tokoh masyarakat Desa Nomaha yang difasilitasi oleh Camat Kisar Utara, Fernando Rupilu, SH., LLM, serta Kepala Desa Nomaha, Ricardo Anthony, SE.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat pemilik lahan menyatakan kesediaannya untuk menghibahkan lahan seluas 7 hektare bagi pembangunan PLTS di Pulau Kisar.
Saat ini, proses administrasi hibah lahan tersebut sedang disiapkan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, dari rangkaian kunjungan tersebut terdapat dukungan masyarakat berupa rencana hibah lahan dengan total 9 hektare, masing-masing:
- Pulau Metimiarang: 1 hektare
- Pulau Luang: 1 hektare
- Desa Nomaha, Pulau Kisar: 7 hektare
Dorong Percepatan Elektrifikasi MBD
Anos Yeremias menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat di Metimiarang, Luang dan Nomaha yang telah menunjukkan dukungan nyata terhadap rencana pembangunan PLTS.
Ia berharap kesiapan lahan tersebut dapat mempercepat proses perencanaan dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan oleh PLN di Kabupaten Maluku Barat Daya.
“Perjalanan dari Moa, Metimiarang, Luang, Lakor, kembali ke Moa, kemudian Wetar hingga Kisar memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa kebutuhan listrik masyarakat di pulau-pulau masih harus terus diperjuangkan,” katanya.
Menurutnya, pembangunan kelistrikan di Maluku Barat Daya tidak dapat hanya dilihat dari aspek jumlah pelanggan atau pertimbangan bisnis semata, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi geografis kepulauan, wilayah perbatasan serta tanggung jawab negara dalam menghadirkan pelayanan dasar yang adil bagi seluruh masyarakat.
“Beta berharap dukungan masyarakat yang sudah begitu besar ini dapat dijawab dengan percepatan pembangunan.
Masyarakat sudah menyiapkan lahan.
Sekarang kita harus terus membangun koordinasi agar program ini dapat diwujudkan,” tutup Anos Yeremias.(DM-01)