Parlemen
Anos Yeremias Apresiasi Rencana Pembangunan Rumah Sakit di Tiakur Tahun 2027
AMBON, DM.COM,— Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, atas perjuangannya menghadirkan pembangunan rumah sakit umum di lima kabupaten di Maluku pada tahun 2027, termasuk di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Menurut Anos, sebagaimana disampaikan Gubernur Maluku di Kantor Gubernur, rumah sakit untuk Kabupaten MBD direncanakan dibangun di Tiakur dan dilengkapi fasilitas modern.
“Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Maluku yang telah memperjuangkan pembangunan rumah sakit bagi lima kabupaten di Maluku, termasuk Maluku Barat Daya. Ini membawa harapan besar bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujar Anos, melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Jumat (9/10/2026).
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kepulauan Tanimbar–Maluku Barat Daya tersebut menjelaskan bahwa selama ini warga MBD masih harus berobat atau menjalani rujukan ke Saumlaki, Ambon, maupun Kupang untuk memperoleh pelayanan medis yang dibutuhkan.
Menurutnya, terdapat warga yang meninggal dunia dalam proses rujukan maupun ketika menjalani perawatan di luar MBD.
Kondisi tersebut menjadi duka bagi keluarga sekaligus memperlihatkan pentingnya penguatan pelayanan kesehatan di daerah.
“Selama ini ada basudara kita yang harus mencari pelayanan kesehatan jauh dari tempat tinggalnya. Ada pula yang akhirnya meninggal dunia saat menjalani rujukan atau perawatan di luar daerah.
Kita berharap kehadiran rumah sakit di Tiakur dapat mempercepat penanganan dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk dirujuk keluar MBD,” katanya.
Anos menambahkan, perjalanan antarpulau, ketersediaan transportasi, kondisi cuaca, serta biaya yang harus ditanggung pasien dan keluarga merupakan tantangan dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Karena itu, ia berharap pembangunan rumah sakit tersebut disertai kesiapan dokter spesialis, tenaga kesehatan, peralatan medis, obat-obatan, serta layanan kegawatdaruratan yang memadai.
“Harapan kami, pembangunan fisik berjalan bersama kesiapan tenaga dan pelayanan. Masyarakat membutuhkan rumah sakit yang mampu memberikan penanganan sesuai kebutuhan pasien,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan puskesmas serta sistem rujukan dan transportasi medis dari pulau-pulau menuju Tiakur agar manfaat rumah sakit dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah MBD.
“MBD merupakan wilayah kepulauan. Karena itu, akses pasien dari pulau-pulau menuju Tiakur harus menjadi perhatian. Rumah sakit, puskesmas, dan transportasi rujukan perlu terhubung dengan baik,” ujarnya.
Anos berharap rencana pembangunan pada tahun 2027 dapat terlaksana tepat waktu dan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Maluku Barat Daya.
“Bagi masyarakat di pulau-pulau, pelayanan kesehatan yang dekat dan tepat waktu sangat berarti.
Kita ingin basudara mendapatkan penanganan yang layak dan memiliki kesempatan kembali berkumpul bersama keluarga,” tutup Anos.(DM-04)