Connect with us

Parlemen

Pasien Rujukan MBD Meninggal dalam Perjalanan Laut, Anos Yeremias Dorong Evaluasi Layanan Rujukan

Published

on

AMBON, DM.COM,— Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, menyampaikan dukacita atas kabar meninggalnya Apria Arpipi, seorang pasien perempuan yang dirujuk dari Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), menuju Ambon.

Menurut informasi yang diterima Anos, pasien tersebut meninggal dunia dalam perjalanan laut pada lintasan Banda menuju Ambon.

“Saya bersama keluarga turut berdukacita yang mendalam. Kiranya Tuhan Yesus memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Anos, melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Jumat (9/10/2026).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kepulauan Tanimbar–Maluku Barat Daya itu menyatakan bahwa kabar tersebut menjadi duka bersama.
Pasien berangkat dengan harapan memperoleh pertolongan dan kesembuhan, tetapi keluarga akhirnya harus menghadapi kehilangan.

Anos meminta agar penyebab kematian serta kondisi pasien selama perjalanan diperjelas oleh pihak yang menangani.
Ia menekankan bahwa evaluasi perlu dilakukan berdasarkan informasi medis dan kronologi yang lengkap.

“Kita perlu mendapat penjelasan mengenai kondisi pasien dan penanganan selama perjalanan.
Dari situ, kita dapat melihat apa yang perlu diperbaiki dalam pelayanan rujukan bagi masyarakat di pulau-pulau,” katanya.

Menurut Anos, evaluasi tersebut perlu mencakup kesiapan pasien sebelum keberangkatan, pendampingan tenaga medis, ketersediaan peralatan darurat, transportasi, serta koordinasi antara fasilitas kesehatan pengirim dan rumah sakit penerima.

Ia menjelaskan bahwa perjalanan antarpulau, kondisi cuaca, dan keterbatasan transportasi menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan di MBD.
Karena itu, penguatan fasilitas kesehatan di daerah dan sistem rujukan harus berjalan bersama.

“Harapan kita, semakin banyak pasien bisa mendapatkan penanganan di MBD, dekat dengan keluarga.
Untuk pasien yang tetap membutuhkan rujukan, perjalanan dan pendampingannya harus dipersiapkan sebaik mungkin,” tegasnya.

Anos juga berharap perjuangan Gubernur Maluku untuk menghadirkan pembangunan RSUP di lima kabupaten pada tahun 2027, termasuk Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dapat terwujud.

Sebagaimana informasi yang disampaikan Gubernur Maluku di Kantor Gubernur, menurut Anos, rumah sakit untuk MBD direncanakan dibangun di Tiakur dan dilengkapi fasilitas modern.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Maluku atas perjuangan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Semoga rencana pembangunan tahun 2027 dapat terlaksana, disertai kesiapan dokter spesialis, tenaga kesehatan, peralatan medis, dan obat-obatan,” ujarnya.

Ia turut menekankan pentingnya akses transportasi medis dari pulau-pulau menuju rumah sakit agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“Semoga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Setiap warga berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk ditolong.
Kita ingin basudara yang berangkat mencari kesembuhan dapat memperoleh penanganan tepat waktu dan kembali berkumpul bersama keluarga,” tutup Anos.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *