Hukum
Dituding Pelecehan Seksual, PMKRI Minta PDIP Coret Rumasoal dari Daftar Caleg
AMBON, DM.COM,-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kota Ambon, meminta Partai Indonesia Demokrasi Perjuangan (PDIP) agar mencoret Jordi Rumasoal, dari daftar calon anggota DPRD Seram Bagian Barat (SBB).Pasalnya, Rumasoal, yang saat ini menjabat anggota DPRD SBB, diduga melakukan Pelecehan Seksual kepada Cristi Rumaratu.
Ini setelah PMKRI melakukan aksi demonstrasi di Sekretariat DPD PDIP Provinsi Maluku dan kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (5/4/2023).”Saudara Rumasoal telah melakukan Pelecehan Seksual secara verbal kepada saudara Cristin Rumaratu,”kata Ketua PMKRI Cabang Kota Ambon, Johanis J Lefteuw, ketika melakukan aksi di Sekretariat DPD PDIP Provinsi Maluku dan DPRD Provinsi Maluku.
Dia mengaku, Rumasoal diduga melakukan tindakan Pelecehan Seksual, Rumaratu yang juga kader PMKRI ketika melakukan komunikasi dengan Rumasoal untuk pembentukan PMKRI di SBB.”Namun, komunikasi via aplikasi Whatshap, Rumasoal menanggapi permintaan Rumaratu, tapi harus mengikuti keinginan seksualnya,”bebernya.
Akibatnya, lanjut dia, Rumaratu secara psikologi terganggu. “Rumaratu bahkan tidak mau menerima orang. Rumaratu, setiap hari meneteskan air mata karena Pelecehan Seksual yang dilakukan Rumasoal,”terangnya.
Untuk itu, dia berharap, PDIP segera mencoret Rumasoal dari Daftar calon anggota DPRD SBB periode 2024-2029.”Kami minta Rumasoal diberikan sanksi tegas. Kami minta Rumasoal, dicoret dari Daftar calon. Kami terus mengawal agar Rumasoal diberikan sanksi tegas,”tandasnya.
Kehadiran PMKRI di Sekretariat DPD PDIP Provinsi Maluku, sekira pukul 14.00 WIT, tidak ditemukan pengurus partai besutan Megawati Soekarno Putri itu. Mereka hanya diterima petugas Sekretariat DPD PDIP Provinsi Maluku.
Usai melakukan aksi di DPD PDIP Provinsi Maluku PMKRI kembali melakukan aksi di Kantor DPRD Provinsi Maluku. Kehadiran mereka di lembaga politik itu menemui Sekretaris DPD PDIP Provinsi Maluku, Benhur Watubun, yang juga Ketua DPRD Provinsi Maluku.”Kami datang ingin bertemu Sekretaris DPD PDIP Provinsi Maluku yang juga Ketua DPRD Provinsi Maluku,”tegas Lefteuw.
Kendati begitu, kehadiran PMKRI di parlemen Karang Panjang, tidak ditemui Watubun. Mereka hanya ditemui dua anggota DPRD Provinsi Maluku, yakni Richard Rahakbauw dan Saodah Tethol.” Jadi hasil pertemuan dengan ade-ade PMKRI diminta bersurat ke DPRD Maluku,”kata Tethol, kepada DINAMIKAMALUKU.COM.(DM-01)