Politik
Kemiskinan Turun & Ekonomi Meningkat, Fraksi Demokrat : MI Berhasil Bangun Maluku, 2M Lanjut
AMBON,DM.COM,-Kepemimpinan, Murad Ismail, sebagai Gubernur Maluku, Periode 2019-2024, terjadi goncangan gempa bumi dan gempa non alam serta gejolak internasional, sehingga mempengaruhi kinerjanya selama lima tahun. Adalah, gempa bumi, Covid-19, dan gejolak inflasi global.
Meski begitu, Murad yang saat ini kembali mencalonlan diri merebut kursi Gubernur berpasangan dengan calon Wakil Gubernur Maluku, Michael Wattimena, kepemimpinanya menunjukan keberhasilan dan berprestasi di berbagai sektor, ketika memimpin daerah ini, patut diapresiasi dan diacungi jempol.
Buktinya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Maluku, Halimun Saulatu mengatakan, selama kepemimpinan Murad yang akrab disapa MI menunjukan keberhasilan dan patut disampaikan kepada publik Maluku.
Untuk itu, anggota DPRD Provinsi Maluku dua periode itu mengatakan, sebagai anggota dewan sengaja membuat video untuk memberikan pembekalan kepada sesama anggota dewan di kabupaten/kota serta para kader dan simpatisan Partai Demokrat di Maluku, dalam rangka menjadi bahan kampanye Pilgub Maluku.
“Saya sengaja menyampaikan data terkait capaian ekonomi makro Provinsi Maluku, 2019 hingga 2023.Berdasarkan data yang diperoleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperoleh, lima tahun terakhir
angka kemiskinan di Maluku menurun sangat signifikan yaitu Maret 2024 telah
mencapai 16.05 persen, rata-rata penurunannya mencapai 0.41 persen per tahun, lebih besar
dari periode 5 tahun sebelumnya yang hanya mencapai 0.3 persen,”kata Saulatu, melalui rekaman video yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (23/10/2024).
Gambaran ini memperlihatkan bahwa diperiode 5 tahun terkahir walaupun Maluku mengalami 3 kali goncangan bencana, yakni gempa Bumi, Covid-19, dan gejolak inflasi global, namun angka kemiskinan mengalami percepatan penurunan yang signifikan.
“Ini menandakan pemerataan pembangunan danpeningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Maluku dibawah kepemimpinan Pak Murad,”beber wakil rakyat dari daerah pemilihan Maluku Tengah itu.
Disektor ekonomi, kata dia, sejak tahun 2019 sampai triwulan 1 tahun 2024, ekonomi Maluku mengalami pertumbuhan yang sangat baik dan selalui berada diatas nasional. Pertumbuhan
ekonomi triwulan 3 2023 dan triwulan 1 2024 berada diatas angka 5.4 persen, jauh
melampaui capaian nasional. “Ini menunjukan bahwa capaian kinerja ekonomi tergolong sangat baik”terangnya.
Selain itu, jelas dia,tingkat pengangguran Terbuka Capaian kinerja Pemerintah Daerah dalam menurunkan angka penganggurang juga tergolong berhasil dengan baik. Sejak tahun 2019 sampai tahun 2023 angka pengagguran terus menurun. Capaian di tahun 2023 sebesar 6.31 persen masih sedikit lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 5.32 persen. Kedepan angka pengangguran perlu
menjadi prioritas untuk diturunkan.
Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM), data menunjukan bahwa capaian Indek Pembangunan Manusia Maluku juga terus mengalami peningkatan, dan peningkatan yang tajam terjadi pada tahun 2022 ke
- Saat ini capaian IPM 72.75 sedikit lebih rendah dari capaian IPM nasional
sebesar 74.39.
Rasio Gini adalah, salah satu indikator pembangunan yang menggambarkan ketimpangan pendapatan
antar wilayah adalah Rasio Gini. Capaian indikator ini cenderung stagnan, di tahun
2023 sebesar 0.388 dan lebih tinggi dari capaian nasional 0.288. Kedepan nilai Gini
Ratio perlu diturunkan ke angka seputar 0.2, karena angka pada level 0.2 memberi
indikasi bahwa ketimpangan antar wilayah semakin kecil.
Sedangkan Inflasi, Selama tahun 2019 sampai 2023 gelombang inflasi terus terjadi dan menyebakan angka inflasi fluktuatif. Inflasi tertinggi terjadi di tahun 2022, dan ditahun 2023 mampu diturunkan menjadi 2.81, dan capaian ini masih sedikit lebih tinggi dari angka
nasional 2.61. Kedepan angka inflasi perlu menjadi perhatian untuk ditekan karena
indikator ini menjadi salah satu penyebab penambahan angka kemiskian. Untuk itu
pendekatan penanggulangan akan dilakukan melalui pendekatan sistem.
Tak hanya disitu, Privalensi Ketidak Cukupan Pangan
Angka privalensi ketidak cukupan pangan Maluku saat ini sebesar 30.27 persen, lebih tinggi dari angka nasional 8.53 persen. Untuk itu kedepan perlu menjadi perhatian penting agar pembangunan pangan lokal mendapat prioritas pembiayaan.
Tak hanya disitu, Umur harapan hidup penduduk Maluku dari tahun 2019 sampai 2023 terus mengalami peningkatan yang signifikan, saat ini telah mencapai 66.62 tahun, namun demikian capaian ini masih lebih rendah dari capaian nasional sebesar 73.93. Kedepan kegiatan
transformasi dibidang sosial perlu ditingkatkan lebih baik lagi.
Begitu juga dengan salah satu indikator pembangunan yang mengalami peningkatan yang sangat
menggembirakan adalah indeks inovasi. Sejak 3 tahun terakhir Maluku telah masuk
dalam kategori Provinsi Inovatif, sebelumnya Maluku selalu masuk dalam Provinsiyang tidak inovatif. Kedepan capaian ini perlu terus ditingkatkan.
Sedangkan, PDRB ADHB Per Kapita (Juta Rp.) Pendapatan per kapita penduduk Maluku sejak 5 tahun terkahir mengalami
peningkatan yang sangat menggembirakan, awalnya di tahun 2023 hanya sebesar Rp.25.6 juta, di tahun 2023 naik menjadi Rp.30 juta per tahun. Di lima tahun kedepan perlu ditingkat menjadi Rp.40 juta agar masuk dalam kategori Masyarakat berpendapat upper midle income.
Disisi lain, Indeks Kerukunan Umat Beragama Saat ini, Maluku memiliki kondisi kerukunan Umat Beragama yang tergolong baik,lebih tinggi dari capaian nasional. Kedepan perlu terus dipertahankan dan
ditingkatkan.
Daya Saing Daerah
Indikator Daya Saing Daerah merupakan indikator baru dan ketersediaan datanya baru mencakup 2 tahun. Maluku memiliki daya saing daerah yang tergolong baik karena hanya memiliki selisih angka dengan nasional sebesar 0.05. Kedepan 12 pilar pembangunan yang menjadi penentu daya saing daerah perlu menjadi perhatian untuk ditangani, beberapa diantaranya adalah aspek sosial, ekonomi dan infrastruktur.
Nilai Tukar Petani dan Nelayan
Indiaktor nilai tukar petani dan nelayan selama 5 tahun terkahir terus mengalami
peningkatan. Kedepan peningkatan ini perlu ditingkatkan secara segnifikan agar
kesejahteraan petani dan nelayan mendapat perbaikan yang lebih baik lagi.
“Dari berbagai sektor yang menunjukan tren positif, Pak MI berhasil membangun Maluku dan kita harus memberikan kesempatan kepada Pak MI dan Pak Michael yang biasa disapa 2M memimpin dan melanjutkan pembangunan di Maluku lima tahun kedepan lebih maju lagi,”pungkasnya.(DM-04)