Pemkab MBD
Pemkab MBD & WWF Berhasil Kumpulkan 1,4 Ton Sampah di Pantai Syota
AMBON,DM.COM,– Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan WWF Indonesia menggelar aksi bersih pantai bertema “#NowForClimate” (Sekarang untuk Iklim) di kawasan wisata Pantai Syota, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia tersebut berhasil mengumpulkan 1.430,426 kilogram sampah dari kawasan pantai.
Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Eduard J. S. Davidz, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir dan destinasi wisata.
Menurutnya, isu lingkungan saat ini menjadi tantangan global yang harus mendapat perhatian bersama.
“Ada tiga ancaman terbesar yang dihadapi dunia saat ini, yaitu perubahan iklim yang berlangsung semakin cepat, penurunan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan, termasuk persoalan sampah,” ujarnya.
Eduard menegaskan bahwa lingkungan hidup merupakan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
“Program ini mengajarkan kita bahwa lingkungan hidup bukan sesuatu yang dapat diabaikan dalam pembangunan. Lingkungan hidup adalah warisan bagi anak cucu sehingga kita harus berkomitmen untuk menjaganya agar tetap lestari,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik, yang terus meningkat dan berpotensi mengancam kualitas lingkungan serta kawasan wisata.
“Ancaman kita hari ini adalah peningkatan produksi sampah yang makin tidak terkendali, terutama sampah plastik. Sampah di kawasan wisata harus menjadi perhatian bersama karena dapat menurunkan kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati,” jelasnya.
Sebagai contoh, Eduard menyinggung persoalan sampah yang dihadapi sejumlah destinasi wisata di Indonesia, termasuk Bali, sebagai pembelajaran bagi daerah dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten MBD merupakan pulau-pulau kecil yang memiliki daya dukung dan daya tampung lingkungan terbatas sehingga membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang lebih baik.
Sekda juga mengapresiasi kemitraan antara Dinas Lingkungan Hidup dan WWF Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mendorong pengembangan program pengelolaan sampah yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, termasuk melalui pembentukan bank sampah.
“Harapan kami, Dinas Lingkungan Hidup dapat mendorong pembentukan bank sampah sehingga sampah yang selama ini terbuang dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 1.430,426 kilogram. Sampah organik mendominasi dengan jumlah 1.215,635 kilogram, diikuti sampah plastik 99,786 kilogram, kaca 89,64 kilogram, logam 16,25 kilogram, karet 2,66 kilogram, kain 1,645 kilogram, serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebanyak 1,2 kilogram.
Kegiatan bersih pantai ini melibatkan unsur pemerintah daerah, WWF Indonesia, pelajar, komunitas, dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan terus meningkat guna menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir serta mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten MBD.(DM-04)