Pemkab MBD
123 Petugas Sensus Ekonomi MBD Siap Bertugas, Siapkan Data Pembangunan Daerah
AMBON,DM.COM,-Sebanyak 123 petugas Sensus Ekonomi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) siap menjalankan tugasnya untik menyoapkan dara sebagai arah kebijakan pemerintah daerah dalam menyiapkan data dalam pembangunan daerah.
Hal ini tercermin setelah Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) tingkat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) resmi ditutup di Penginapan Tiakur Beach Inn, Tiakur, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten MBD Nurbaya Sangadji, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten MBD, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), para instruktur daerah, rohaniwan, serta peserta pelatihan.
Bupati MBD dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda MBD, Johzez H. F. Leunufna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan sebagai persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, sensus ekonomi memiliki peran penting dalam menyediakan data yang menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
“Sensus Ekonomi merupakan instrumen penting dalam memetakan potensi ekonomi daerah. Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya,” ujar Johzez saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga integritas, profesionalisme, disiplin, serta mematuhi standar operasional prosedur selama pelaksanaan pendataan di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten MBD, Nurbaya Sangadji, mengatakan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sesuai amanat peraturan perundang-undangan.
Ia mengakui kondisi geografis kepulauan dan faktor cuaca di Kabupaten MBD menjadi tantangan dalam pelaksanaan pendataan, namun diharapkan dapat dihadapi melalui kerja sama dan koordinasi yang baik.
“Setiap data yang dikumpulkan memiliki nilai penting bagi pembangunan. Karena itu, petugas sensus memiliki tanggung jawab untuk memastikan data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Statistik Distribusi dan Harga sekaligus Instruktur Daerah, Aditya Mirza Firmanda, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan diikuti 123 peserta yang terdiri atas Pengawas Muka Lapangan (PML) dan Petugas Pendataan Lapangan (PPL), baik mitra maupun organik.
Pelatihan dilaksanakan selama 40 jam pelajaran yang mencakup pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC) selama tiga hari dan pelatihan tatap muka selama tiga hari. Kegiatan berlangsung pada 30 Mei hingga 10 Juni 2026 di tiga lokasi, yakni Penginapan Scorpion, Golden Nusantara, dan Tiakur Beach Inn.
Aditya menjelaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan peserta telah memenuhi kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pendataan di lapangan. Nilai tertinggi yang diperoleh peserta mencapai 99 pada salah satu gelombang pelatihan.
Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, para petugas akan melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya guna menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.(DM-01).