Connect with us

Politik

Gandeng OKP Gelar Obrolan Demokrasi Kudatuli, PDIP : Kita Buka Kran Bagi Pemuda

Published

on

AMBON,DM.COM,-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Provinsi Maluku, menggelar Obrolan Demokrasi Kudatuli. Obrolan digelar di lantai dua Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Sabtu (25/7/2026).

Obrolan Demokrasi Kudatuli dengan sorotan Tema : Dari Perlawanan Menuju Reformasi, dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, fungsionaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku, dan Gen Z.

Sementara narasumber, yakni Lucky Wattimury (senior PDIP/pelaku Kudatuli), Daniel Wattimanela (tokoh agama), Amran Kalean (Ketua DPD KNPI Maluku), dan Modi Linansera (Gen Z).

Untuk diketahui, pengambilalihan paksa Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996. Insiden ini terjadi akibat konflik internal antara pendukung Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi yang didukung pemerintah Orde Baru.Peristiwa berdarah ini memicu kerusuhan massal di Jakarta. Berdasarkan catatan Komnas HAM, tragedi ini mengakibatkan 5 orang meninggal dunia, 149 orang luka-luka, dan 23 orang dinyatakan hilang.

Bagi PDI Perjuangan (PDIP), Kudatuli adalah simbol perlawanan terhadap otoritarianisme yang membuka jalan bagi era demokrasi di Indonesia. Peristiwa bersejarah ini diperingati secara rutin oleh partai dan keluarga korban setiap tanggal 27 Juli untuk menuntut keadilan

Ketua Panitia Obrolan Demokrasi Kudatuli, Johan Rahantoknam mengatakan, peserta diskusi dihadiri kurang lebih 60 orang.”OKP Cipayung plus diundang dalam obrolan demokrasi Kudatuli.

“Kenapa obrolan ini penting digelar, karena bagi PDI Perjuangan, 30 tahun lalu, partai ini dapat tekanan yang luar biasa dari orde baru,”kata Rahantoknam dalam laporannya.

Dia mengaku, dialog tersebut digelar tidak hanya mengenang tragedi berdarah yang memilukan itu, namun kebebasan mengeluarkan pendapat untuk menyikapi peristiwa 30 tahun silam mesti menjadi atensi bersama khususnya bagi internal PDI Perjuangan.

“Kata bung Karno, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Nah, bagaimana saat itu tokoh-tokoh PDI Perjuangan ketika itu mengalami tekanan dan intimidasi yang begitu luar biasa di wilayah Jawa dan Jakarta,”kenangnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun mengatakan, diskusi yang digelar pihaknya bersama OKP, sedianya mengenang peristiwa memilukan yang terjadi 27 Juli 1996 silam.”30 tahun lalu, seluruh rakyat Indonesia mengenang peristiwa Kudatuli. Peristiwa itu secara khusus membredel dan mengekang sebuah kebebasan berdemokrasi. Itu awal tonggak lahirnya reformasi bagi bangsa ini,”kata Watubun, ketika menyampaikan sambutan.

Sebab, kata Ketua DPRD Provinsi Maluku ini, satu-satunya tokoh nasional yang melakukan perlawanan terang-terangan terhadap pemerintahan orde baru kala itu adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

“Ibu Mega sebagai tokoh perempuan dan ibu rumah tangga saat itu, terus bergerak melakukan perubahan, sehingga hari ini kita menikmati aroma reformasi itu,”terangnya.

Namun, ingat wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Tual, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru itu, situasi pemerintahan saat ini, mengalami pengikisan, sehingga perlu dibangkitkan kembali agar ada gebrakan dan peringatan bagi pemerintah.

“Jadi situasi awal dimulai reformasi 27 Juli 1996. Itu dalam perspektif PDI Perjuangan. Tapi hari ini mulai ditarik pelan-pelan. Padahal, kita ingin menikmati alam reformasi. Tapi, otonomisasi ditarik ke pusat. Pengikisan dibangkitkan kembali. Apa yang diperjuangkan adik-adik mahasiswa dan para tokoh tahun 1999 lalu mengalami pengikisan,”bebernya.

Untuk itu, Watubun akrab disapa BGW mengaku, pihaknya ingin menegaskan kepada OKP kalau partai berlambang Banteng Kekar Moncong Putih itu, lahir dalam semangat kebersamaan yang kuat.

“Apalagi, mahasiswa sangat berperan dalam lahirnya reformasi. Hubungan bung Karno dengan anak muda sangat penting. Bung Karno mengatakan, Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Itu ungkapan dan spirit kita.”tegas Watubun mengutip pernyataan mantan Presiden RI pertama Soekarno.

Untuk itu, diakui, pihaknya selalu menggandeng anak muda dalam berbagai sektor kehidupan. Apalagi, tambah dia, kontestasi politik pada pesta demokrasi nasional dan lokal lima tahunan di tahun 2029 dan 2030 mendatang, mahasiswa jadi penentu kedaulatan rakyat.

“Jadi memang kedaulatan itu segala-galanya. Kita buka kran demokratis dan saling mendukung. Tapi kran demokrasi dipreteli. Kita tidak bangun permusuhan, tapi mari kita berdiskusi bersama, apa yang saudara-saudara alami selama ini,”ingatnya.

Dia kemudian menyinggung, perjuangan tidak dilakukan dengan meminta imbalan. Namun, kesal dia, jabatan komisaris di BUMN dan BUMD dimana-mana.

“Teman-teman mahasiswa dan rekan gen Z mari kita bicara bersama. Mari kita bangun spirit bersama tegakan keadilan dan kebenaran itu kontemplasi ibu Ketum DPP PDI Perjuangan,”tandansya.

Apalagi, ingat BGW, PDI Perjuangan saat ini sebagai satu-satunya partai politik penyeimbang bagi pemerintahan Prabowo Subianto.”Ada yang ngejek kita. Ada yang menyampaikan kesan tidak baik. Kita jadi penyeimbang ketika kekuasaan tidak berpihak kepada rakyat, kita beri masukan, kita mendukung kalau kekuasaan berpihak kepada rakyat,”ingatnya.

Dia kemudian mencontohkan, program kebanggaan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengakui, jika MBG dihentikan orang tua murid tidak protes, tapi pengusaha yang protes.”Coba bayangkan di daerah 3T satu porsi Rp 21 ribu. Tapi menunya sangat mengecewakan. Kenapa tidak diberikan kepada pihak guru atau sekolah yang kelola,”ingatnya.

Karenanya, Watubun mengigatkan, PDI Perjuangan selalu berpihak kepada anak muda. Kedepan anak muda berperan ambil alih kepemimpinan di berbagai lini.”Untuk itu, PDI Perjuangan buka kran demokrasi bagi anak muda menyampaikan pendapat. PDI Perjuangan hanya membuka kran bagi anak-anak muda. PDI Perjuangan hanya mengajak anak muda berdiskusi. PDI Perjuangan hargai anak muda membicarakan masa depan bangsa dan daerah ini,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *