Parlemen
Gegara Desil Warga Tak dapat Bansos, Disoroti Anggota DPRD Maluku Rovik Afifudin
AMBON,DM.COM,— Desil atau metode statistik yang membagi data terurut menjadi sepuluh bagian yang sama besar untuk pengelompokan tingkat ekonomi mengukur kesejahteraan masyarakat.
Namun, prakteknya desil yang ditetapkan tidak sesuai realitas di masyarakat, sehingga warga yang mestinya mendapat bantuan sosial (Bansos) tidak kebagian.
Ini terungkap ketika salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Afifudin, turun melakukan reses atau serap aspirasi masyarakat Kota Ambon, beberapa hari lalu.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Ambon, mengaku, kerika menemui warga diakui sebelumnya menerima bantuan, saat ini tidak lagi mendapst bantuan.
“Sejumlah warga yang sebelumnya menerima bantuan kini tidak lagi tercatat sebagai penerima karena masuk dalam kelompok desil 5 hingga 8,” kata Rovik melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (10/9/2026).
Diakui, kondisi ekonomi masyarakat saat ini tidak semestinya dilihat hanya dari besarnya pendapatan. Beban pengeluaran rumah tangga juga harus menjadi bagian penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan seseorang.
“Jangan hanya pendapatan yang disurvei, tetapi pengeluaran masyarakat juga harus dihitung. Mereka harus membeli beras, membayar transportasi anak sekolah, makan dan kebutuhan lainnya,”pungkasnya.(DM-04,)