Kesehatan
Duka Keluarga Pipiana, Anos Yeremias Desak Penguatan Pelayanan Kesehatan di Pulau-Pulau
AMBON,DM.COM,— Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya anak dari keluarga Pipiana asal Desa Ilyara, Pulau Babar, yang dibawa ke Saumlaki untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Magretti.
Menurut Anos, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau masih membutuhkan perhatian serius.
“Beta turut berduka atas kehilangan yang dialami keluarga Pipiana. Di tengah duka ini, katong juga harus melihat persoalan yang lebih besar: masyarakat di pulau-pulau masih harus menempuh perjalanan laut untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan,” ujar Anos, melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (5/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya dirinya dihubungi oleh adik-adik di Letwurung ketika KM Sabuk Nusantara 71 hendak menuju Kroing. Mereka meminta bantuan agar pasien yang akan berobat ke Saumlaki bersama orang tuanya dapat memperoleh tempat di kapal.
“Beta langsung menghubungi Nakhoda, kemudian pasien bersama orang tua naik ke kapal. Setelah itu, beta baru mengetahui kabar duka melalui informasi yang dibagikan di WAG Suara Rakyat Tanimbar,” katanya.
Anos menegaskan bahwa penyebab kematian maupun ketepatan penanganan pasien perlu didasarkan pada penjelasan medis. Namun, kebutuhan keluarga untuk membawa pasien melalui perjalanan antarpulau menunjukkan pentingnya memperkuat pelayanan kesehatan dan sistem rujukan di wilayah kepulauan.
“Katong perlu mendapat penjelasan mengenai kendala yang dihadapi sejak pasien membutuhkan pertolongan sampai memperoleh pelayanan rujukan. Dari situ pemerintah bisa menentukan perbaikan yang diperlukan,” tegasnya.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Maluku bersama pemerintah kabupaten terkait mengevaluasi kesiapan fasilitas kesehatan di Pulau Babar dan pulau-pulau lainnya, terutama ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, peralatan, serta kemampuan menangani kondisi darurat.
Menurutnya, sistem rujukan juga harus mencakup kepastian transportasi laut, komunikasi antara fasilitas kesehatan pengirim dan penerima, serta pendampingan bagi pasien dan keluarga.
“Orang sakit membutuhkan pertolongan yang cepat. Karena itu, pemerintah harus memastikan bagaimana pasien bisa segera ditangani, bagaimana transportasinya tersedia, dan siapa yang mendampingi keluarga ketika tiba di tempat rujukan,” ujarnya.
Anos turut menyoroti pentingnya bantuan bagi keluarga pasien yang tidak memiliki kerabat di daerah tujuan. Informasi yang dibagikan masyarakat melalui grup WhatsApp, menurutnya, telah membantu menghubungkan keluarga Pipiana dengan saudara di Saumlaki.
Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah keluarga Kuway–Anaktototy di Olilit.
Keluarga dan masyarakat juga mengupayakan bantuan melalui gerakan “Sorong Bahu”, dengan koordinasi bantuan melalui Nus Imea, anggota Brimob di Saumlaki.
“Atas nama pribadi dan keluarga, beta berterima kasih kepada keluarga Kuway–Anaktototy, Ade Nus Imea, serta seluruh Basudara yang sudah membantu. Kepedulian ini sangat berarti bagi keluarga yang sedang berduka,” katanya.
Anos berharap peristiwa ini mendorong langkah nyata untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
“Pelayanan kesehatan yang layak adalah hak seluruh masyarakat Maluku, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau jauh. Duka keluarga Pipiana harus menjadi pengingat bagi katong semua untuk memperkuat pelayanan, mempercepat rujukan, dan memastikan keluarga pasien mendapat pendampingan,” tutup Anos.(DM-04)