Connect with us

Pemkab MBD

Camat Wetar Bahas Ataúro Weekly Export Market di Timor Leste, Perkuat Perdagangan Perbatasan

Published

on

AMBON,DM.COM, – Hubungan kerja sama perdagangan antara wilayah pperbatasan antara negaraIndonesia dan negara Timor-Leste, terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan kunjungan delegasi Indonesia yang dipimpin Camat Wetar Barat, Frangky Nahakwain, ke Ataúro, Timor-Leste, untuk membahas persiapan pelaksanaan “Ataúro Weekly Export Market” yang dijadwalkan berlangsung medio Oktober 2026 mendatang.

Dalam pertemuan di Ataúro, Jumat (25/09/2026), delegasi Indonesia bertemu dengan Presiden Otoritas Administratif Ataúro bersama Menteri Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Nino Pereira. Pertemuan membahas peluang pengembangan perdagangan lintas batas serta peran Ataúro Weekly Export Market dalam membuka akses pasar bagi produk lokal kedua wilayah.

Camat Wetar Barat, Frangky Nahakwain, menyambut baik rencana pelaksanaan Ataúro Weekly Export Market sebagai ruang untuk memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi antara masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.

Menurut Frangky, kedekatan geografis antara Wetar Barat dan Ataúro menjadi salah satu modal penting dalam membangun hubungan ekonomi yang lebih erat. Karena itu, komunikasi dan kerja sama antarpemerintah maupun masyarakat perlu terus dikembangkan, khususnya dalam membuka peluang pemasaran produk lokal.

Ia juga melihat peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi produk dari wilayah perbatasan Indonesia, sekaligus mendorong pelaku usaha lokal agar dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.

Kegiatan Ataúro Weekly Export Market merupakan bagian dari implementasi program Pemerintah Konstitusional IX Timor-Leste melalui Kementerian Perdagangan dan Industri. Program ini diarahkan untuk mempromosikan dan mengembangkan pasar ekspor, khususnya produk-produk lokal Ataúro, sekaligus mendorong hubungan perdagangan dengan wilayah negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.

Menteri Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Nino Pereira, menyampaikan bahwa Ataúro Weekly Export Market memiliki nilai strategis sebagai wadah untuk memperkenalkan produk lokal yang potensial sekaligus menciptakan peluang baru bagi pengembangan dan peningkatan ekspor.

Menurutnya, peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, serta pemenuhan standar pasar internasional menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan para pelaku usaha agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Menteri juga menekankan pentingnya ketersediaan informasi mengenai pasar, regulasi ekspor, harga, kuantitas, dan spesifikasi produk. Informasi tersebut dinilai penting untuk membantu pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dalam memahami sekaligus mengakses peluang pasar di kawasan ASEAN.

Dalam pertemuan itu turut dibahas peluang pemanfaatan mekanisme seperti Asia Mercantile Exchange (AMX) untuk mempromosikan produk nasional, memperluas jaringan bisnis, serta mempertemukan pelaku usaha Timor-Leste dengan calon pembeli dari negara-negara ASEAN melalui hubungan business-to-business (B2B).

Pemerintah Timor-Leste juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitasi pembiayaan dan akses kredit bagi UMKM. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, melakukan diversifikasi produk, memperbaiki kualitas pengemasan, serta memperluas jaringan pemasaran.

Bagi wilayah perbatasan seperti Wetar Barat, perkembangan perdagangan dengan Ataúro memiliki arti penting karena kedekatan geografis dan hubungan sosial masyarakat kedua wilayah. Interaksi perdagangan yang semakin terbuka dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi produk lokal.

Kehadiran delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut menunjukkan adanya ruang kerja sama yang dapat terus dikembangkan antara masyarakat dan pemerintah di wilayah perbatasan kedua negara. Selain membuka peluang perdagangan dan pemasaran produk lokal, hubungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sosial, ekonomi, dan ikatan kekeluargaan antara Indonesia dan Timor-Leste.

Melalui Ataúro Weekly Export Market, kedua pihak diharapkan dapat terus membangun komunikasi dan kerja sama yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan serta membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk lokal menuju pasar regional.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *