Connect with us

Ekonomi

Ekonomi Maluku Tumbuh Agresif, Ketua TGPP : Ini Sesuai Arahan & Instruksi Gubernur

Published

on

AMBON, DM.COM,-Pemerintah Provinsi Maluku, dibawah kepemimpinan Gubernur Maluku, Irjen Pol ( Purn) Drs Murad Ismail, SH.MH, terus mengalami perubahan diberbagai sektor. Ini setelah Gubernur memerintahkan setiap organisasi perangkat daerah melakukan inovasi dan terobosan.

Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP), Hadi Basalamah menyatakan, Gubernur Maluku, diberbahai kesempatan selalu mengigatkan agar peningkatan ekonomi  masyarakat dan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor terus dilakukan.”Intinya masyarakat Maluku, sejahtera dan mendapat kesempatan kerja yang baik. Itu Arahan dan instruksi Pak Gubernur kepada kami,”kata Basalamah, ketika memberikan keterangan pers di lantai II Kantor Gubernur Maluku, Rabu (9/11/2022).

Ketika memberika keterangan pers, Basalamah didampingi Kadis Kominfo Maluku, Drs Titus Renwarin, M.Si, Kepala Bank Indonesia, Bakti Ananta, Kadis Pertanian, DR Ilham Tauda, M.Si dan sejumlah kepala Dinas terkait lainya.

Buktinya, kata dia, meski ditengah ancaman krisis pangan dan energi dunia,  perekonomian Provinsi Maluku, mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Betapa tidak, pada triwulan III tahun 2022,  perekonomian Maluku Tumbuh sebesar 6,01 persen (y-on-y), meningkat pada triwulan sebelumnya, sebesar 4,48 persen  (yoy).


Menurut dia, angka  itu  justru lebih tinggi angka pertumbuhan ekonomi triwulan III 2022, secara nasional, yakni sebesar 5,72 persen yoy.

“Pertumbuhan Ekonomi tersebut, dimotori oleh, pertumbuhan yang tinggi pada sektor-sektor produktif, yakni industri pengolahan 10,70 persen, perdagangan 8,66 persen, informasi dan komunikasi 8,6 persen, jasa perusahaan 7,85 persen, Pertanian, kehutanan, dan perikanan 7,24 persen, serta sektor penyediaan akomodasi makan dan minum 7,16 persen,”jelas Basalamah.

“Sementara pertumbuhan ekspor Maluku, secara akumulatif, hingga triwulan III-2022, telah mencapai 36,15 persen. Dimana pada akhir triwulan III, neraca perdagangan Maluku, mengalami surplus sebesar US$ 4.666,88,”paparnya.

Dikatakan, capaian ini mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Maluku, semakin bergairah. “Dimana, terjadi aktivitas peningkatan produksi, di berbagai sektor strategis, antara lain sektor pertanian dan perikanan, sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, serta sektor pariwisata, “terangnya.

Hal tersebut, jelas dia, berdampak pada bertambahnya kesempatan kerja   sebanyak 8. 089 orang dan menurunkan angka pengangguran terbuka dari 6,93 persen, pada Agustus 2021 menjadi 6,88 persen pada Agustus 2022.

Tak hanya disitu, disaat bersamaan, tingkat Inflasi, semakin terkendali.”Inflasi Maluku, secara bulanan (m-t-m) mengalami deflasi sebesar -0,20 persen pada Oktober 2022 dan secara tahunan (y-o-y) Inflasi Maluku mengalami penurunan dari 6,89 persen pada September 2022 menjadi 6,48 persen di Oktober 2022,”urainya.

Penurunan Inflasi ini, lebih banyak terjadi untuk komuditas pangan. “Dimana hak tersebut, merupakan imbas dari suksesnya Gerakan menanam yang digalaoqn di Kabupaten dab Kota yang menyebabkan produksi pangan, khususnya Cabai dan Holtikultura, mengalami kenaikan yang signifikan,”sebutnya.


Hal tersebut, juga didukung dengan cuaca yang sudah semakin membaik. “Tak mengherankan  jika nilai tukar petani Maluki terus meningkat dari 104, 38 persen di bulan September 104,88 persen meningkat dari Oktober  atau meningkat 0,48 persen. Walau begitu, dampak kenaikan BBM masih dirasakan sektor transportasi, sehingga sedikit menghambat laju deflasi,”bebernya.

Oleh karena itu, lanjut dia, domino dari kenaikan harga BBM, masih terus diwaspadai pada akhir tahun ini. Diakui, perkembangan makro ekonomi yang semakin membaik ini, mengindikasikan bahwa ditengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin tinggi, namun perekonomian Maluku Tumbuh dengan baik serta stabilitas yang masih relatif terjaga.

“Diharapkan, pada triwulan IV, aktivitas ekonomi Maluku, akan terus meningkat sejalan dengan makin membaiknya faktor cuaca yang menyebabkan makin kondusifnya aktivitas produksi di sektor, Pertanian dan perikanan maupun pariwisata,”tandasnya.

Begitu juga, tambah dia,  disisi permintaan diharapkan dorongan pengeluaran menjelang Natal dan Tahun Baru, serta serapan anggaran pemerintah dapat memacu ekonomi yang lebih tinggi lagi.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *