Connect with us

Politik

Konsolidasi di Kantong Suara Lewerissa, Akar Rumput PDIP Saparua Kompak Dorong Watubun Rebut Kursi Gubernur

Published

on

AMBON,DM.COM,-Euforia akar rumput Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) mendorong Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, merebut kursi Gubernur Maluku pada Pilkada 2030 mendatang, tidak bisa dibendung.

Kali ini, akar rumput partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, sepertinya tidak sabar “jago” mereka menduduki kursi orang nomor satu didaerah ini. Betapa tidak, ketika pelaksanaan musyawarah anak cabang (Musancab) dan pendidikan politik di Pulau Saparua (Kecamatan Saparua dan Saparua Timur), Kabupaten Maluku Tengah, kader dan simpatisan partai berlambang Banteng Kekar Moncong Putih itu, kembali mendorong Ketua DPRD Provinsi Maluku itu merebut kursi ‘panas’ Gubernur Maluku, yang kini diduduki Hendrik Lewerissa.

Menariknya, dorongan akar rumput PDI Perjuangan Saparua kepada Watubun merebut kursi Gubernur di kantong atau lumbung suara Lewerissa yang juga putra Saparua.

“Dalam Musancab, secara spontan sejumlah Peserta menyampaikan aspirasi mereka terkait kader-kader internal Partai yang dinilai berpotensi dan layak disiapkan untuk kontestasi Pilkada 5 tahun mendatang,”kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Nancy Purmiiasa, sebagaimana dikutib DINAMIKAMALUKU.COM di laman Facebooknya, Rabu (16/9/2026).

Dia mengaku, ada 2 nama yang disebut yaitu Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun sebagai kader potensial untuk berkompetisi di pemilihan Gubernur Maluku.

“Walaupun PDI Perjuangan belum memulai tahapan ini, tapi tidak ada salahnya mendengar aspirasi kader, dan suara mereka kami hargai. Kata mereka, belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya maka ‘Biar busu-busu tapi Kader saja jua’,”bebernya.

Tak hanya itu, dia juga mengaku. Kader PDI Perjuangan setempat mendorong anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wadjo, merebut kursi Bupati Maluku Tengah.

Diakui, Musancab bagi PDI Perjuangan bukan sekedar memilih Ketua dan Pengurus Partai yang baru di tingkat kecamatan, sehingga tidak ada drama gontok-gontokan karena musyawarah mufakat yang dikedepankan pihaknya.” Kami tidak mau buang energi untuk gontok-gontokan. karena energinya kami pakai untuk melakukan kerja-kerja kerakyatan,”terangnya.

Dia mengaku, Musancab juga menjadi wadah pendidikan Kader, penguatan ideologi, serta konsolidasi merapatkan barisan dan memperkuat Struktur Partai di akar rumput dalam melakukan kerja-kerja kerakyatan dan menghadapi agenda-agenda politik yang dimulai tahun 2029 mendatang.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *