Unpatti
Momentum Hardiknas, Unpatti Siap Ciptakan Ekonomi Baru & Antisipasi Digitalisasi
AMBON,DM.COM,-Sebagai lembaga perguruan tinggi terbesar di Maluku, memasuki Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67, berbagai upaya yang dilakukan tidak hanya pada aspek akademik, tapi penciptaan ekonomi baru untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara termasuk mengantisipasi dampak digitalisasi.
Hal ini disampaikan Rektor Unpatti, Prof Fredy Leiwakabessy, kepada awak media usai menjadi pembina upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) di lapangan upacara Rektorat Unpatti, Sabtu (2/5/2026).
Rektor mengatakan, kampus terbesar di Provinsi Maluku itu mesti berdampak bangsa dan daerah, yakni aspek riset menjadi penguatan kapasitas dari Perguruan Tinggi, sehingga bisa menghasilkan sumber daya yang berkualitas untuk bersaing dikancah internasional.
“Jadi riset tidak hanya menghasilkan artikel, tetapi riset itu berdampak bagi industri, berdampak bagi pemecahan masalah, bahkan Presiden Prabowo mengiginkan riset perguruan tinggi bisa memunculkan Nobel. Jadi memunculkan penerima Nobel yang berkualitas,”kata Rektor.
Yang kedua, kata Rektor, dari aspek pendidikan dan pengajaran, bagaimana ruang-ruang belajar itu bisa menjadi ruang menghasilkan ide dan gagasan untuk menghasilkan inovasi-inovasi, yang kemudian memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.
Yang ketiga, lanjutnya, pengabdian kepada masyarakat, tentu aspek ini kita membutuhkan kolaborasi, karena akademisi lahir ditengah-tengah komunitas masyarakat, dengan melibatkan pemerintah melibatkan dunia usaha, melibatkan home industri, maupun media.
“Sehingga, apa yang dikerjakan, itu bisa betul-betul menjawab permasalahan bangsa. Kita diharapkan memiliki mimpi besar mencapai cita-cita bangsa ini, yaitu Indonesia Emas 2045,”harapnya.
Apalagi, ingat Rektor, ada hal yang disampaikan Mendiktisaintek,
terkait perubahan dari aspek ekonomi, geopolitik, geo strategis, maupun ekonomi global.
” Yang kita ketahui kondisi peran Iran dengan Amerika dan Israel, itu juga memberikan dampak besar bagi, persoalan-persoalan kita secara global. Jadi perguruan tinggi bukan hanya pada akademik, tetapi bagaimana bisa menjadi pusat ekonomi baru di kampus,”sebutnya
Artinya, lanjutnya, Rektor, Wakil rRktor, Dekan dan pimpinan umiversitas tidak hanya fokus pada akademik, tetapi bagaimana memberdayakan potensi-potensi aset bergerak, tetap maupun aset sumber daya manusia, sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Soal Unpatti menghadapi disprupsi digital dan AI,Rektor mengaku, dampak AI luar biasa.” Tetapi bagaimana kita di unpatti, kita sudah mencoba menteasformasi sostim kepegawa9an, sistim administrasi keuangan, perencanaan, absensi digital, maupun sistim informasi akademik, jadi semua berbasis pada integrasi sistim,”terangnya.
Untuk itu, dia berharap, semua ekosistim pengelolaan perguruan tinggi yang menghadapi berbagai perubahan. Soal penerapan Inklusi dan Merdeka, Rektor mengatakan, soal inklusitas Unpatti terbuka dan menjaga betul, keamanan, kita menjaga betul berbagai hal terkait debgan kekerasan diruang-ruang kampus, dan ruang belajar, sehingga kebutuhab pendidikan bisa dinikmati semua kalangan. Memang sampai saat ini Unpatti pada UKT yang sangat yang bisa dijangkau dan belum ada kenaikan. Ini menjadi indikator inklusifitas kita biaya tunggal atau uang kuliah diharapkan dapat dijangkau oleh semua kalangan. Disamping itu penyandang disabilitas membuka ruang belajar yang bisa dijangkau oleh mereka,”pungkasnya.(DM-01)