Pemkab MBD
Pj Sekda MBD : Musrembang Susun Arah Kebijakan & Stategi Pembangunan
AMBON,DM.COM,-Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Daud Reimialy menegaskan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang) tidak hanya sekadar agenda rutin tahunan, namun titik awal dalam menyusun arah kebijakan dan strategi pembangunan jangka menengah lima tahun ke depan.
Hal ini disampaikan Pj Sekda MBD, mewakili Bupati MBD, ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 serta Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, di Gedung Serbaguna Tiakur, Kamis (30/10/2025).
“Kegiatan hari ini merupakan momentum penting untuk menyampaikan gagasan dan usulan terbaik, yang akan menjadi pedoman serta rencana kerja pemerintah daerah ke depan. Ini bukan agenda rutin, tetapi wujud komitmen kita untuk bekerja lebih ketat dan tepat sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sekda menegaskan, pelaksanaan Musrenbang tahun ini seharusnya dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Namun, keterlambatan ini menjadi bahan evaluasi agar koordinasi antar-OPD ke depan dapat lebih baik dan terencana.
“Saya harus sampaikan dengan tegas, perubahan-perubahan yang terjadi tahun ini tidak dapat dievaluasi maksimal karena kita terlambat. Maka dari itu, koordinasi antar-OPD harus dilakukan lebih solid dan terencana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah agar terus meningkatkan etos kerja, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan program pembangunan.
“Mari kita bekerja dengan setia dan sungguh-sungguh. Jangan tunda pekerjaan hari ini, karena pekerjaan esok juga menunggu. Jangan bekerja main-main, tetapi bekerjalah dengan penuh tanggung jawab,” pesannya
Menurutnya, setiap keputusan yang dihasilkan dalam Musrenbang akan menjadi komitmen bersama untuk membangun MBD yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Musrenbang RPJMD Tahun 2025–2029 menjadi tahap awal perencanaan strategis lima tahun ke depan. Pada tahap ini, pemerintah daerah menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur antar-desa dan antar-pulau, ketahanan energi, penguatan ekonomi lokal, serta reformasi birokrasi.
“Kita harus bekerja keras, tidak boleh main-main. Banyak hal yang belum selesai dan membutuhkan kerja nyata. Tujuan kita jelas, yaitu menurunkan kemiskinan, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat tata kelola pemerintahan, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta memastikan setiap program daerah mampu menjawab tantangan dan isu strategis yang berkembang.
Visi pembangunan Kabupaten Maluku Barat Daya lima tahun ke depan adalah “Terwujudnya Maluku Barat Daya yang Berdaya Saing dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Reimialy menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten MBD telah menurun hingga sekitar 28 persen pada tahun 2024, disertai peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang menunjukkan hasil positif.
Ia berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan melalui program-program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2026 dan seterusnya.
“Kita tidak boleh terlambat lagi. Kerja keras dan kerja cerdas akan menentukan sejauh mana kemajuan daerah ini. Dengan langkah yang sama, kita akan bangkit dari ketertinggalan dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain.
Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Pejabat Sekretaris Daerah, Ia juga menyampaikan permohonan pamit dan permintaan maaf kepada seluruh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya.
“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak selama saya menjalankan tugas sebagai Penjabat Sekda. Saya mohon maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam perkataan maupun tindakan. Semua yang kami lakukan semata-mata demi kepentingan dan kemajuan daerah yang kita cintai bersama,” tutupnya.
Hadir pada kesempatan itu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Direktur Regional III Bappenas yang hadir secara daring, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan lembaga swasta.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Launching Lima Inovasi Daerah sebagai langkah nyata Pemerintah Kabupaten MBD dalam mendorong kreativitas dan inovasi pelayanan publik serta percepatan pembangunan daerah.(DM-04)