Connect with us

Unpatti

Prodi S1 THP FPIK Unpatti Gelar Sosialisasi dan Bimtek : Tingkatkan Kualitas Akademik

Published

on

AMBON, DM.COM -Program Studi S1 Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Pattimura (Unpatti), menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Proses Pengukuran dan Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Secara Digital bagi dosen.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen dalam mengukur serta mengevaluasi capaian pembelajaran secara terstruktur, efektif, dan berbasis digital.

Kegiatan yang berlangsug di Kegiatan tersebut menghadirkan Instruktur Asesmen Pembelajaran Digital, Dr. Bruri Melky Laimeheriwa, S.Pi, M.Si. sebagai narasumber utama, yang memberikan pemahaman teknis terkait mekanisme pengukuran dan evaluasi CPL melalui sistem digital.

Wakil Dekan Bidang Akademik FPIK Unpatti, Dr. Ir. Simon Tubalawony, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi dosen dalam proses pembelajaran merupakan hal penting untuk memastikan pelaksanaan kurikulum berjalan sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Menurutnya, dosen perlu memahami keterkaitan antara kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

Beliau menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum dan pelatihan RPS yang telah dilaksanakan sebelumnya perlu ditindaklanjuti dengan sosialisasi dan pemahaman yang menyeluruh kepada seluruh dosen. Dengan demikian, setiap dosen tidak hanya memiliki dokumen kurikulum dan RPS, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam proses perkuliahan serta memastikan setiap mata kuliah berkontribusi terhadap pencapaian CPL program studi.

Lebih lanjut, Dr. Simon menegaskan bahwa pengukuran dan evaluasi CPL tidak boleh hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan administrasi maupun akreditasi, tetapi harus menjadi bagian penting dalam mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran. Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa mampu mencapai kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Menurutnya, penerapan sistem pengukuran CPL secara digital diharapkan dapat membantu dosen memantau capaian pembelajaran secara lebih terukur sekaligus menjadi dasar dalam mengevaluasi dan menyempurnakan kurikulum. Ia juga menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, serta pendekatan humanis dari dosen dalam mendorong mahasiswa mencapai kompetensi yang diharapkan, tanpa mengabaikan standar mutu akademik.

diharapkan kegiatan sosialisasi dan Bimtek ini dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para dosen, sekaligus mendorong penerapan sistem evaluasi pembelajaran yang lebih baik di lingkungan FPIK Unpatti. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diikuti oleh program studi lainnya sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas akademik.

Semnetara itu, Koordinator Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, Dr. Meigy Nelce Mailoa, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) merupakan langkah penting dalam memperkuat mutu pembelajaran di Program Studi THP.

Menurutnya, penerapan OBE tidak hanya berkaitan dengan penyusunan dokumen kurikulum, tetapi juga memastikan proses pembelajaran benar-benar diarahkan pada capaian yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kegiatan ini penting untuk memastikan implementasi kurikulum berbasis OBE tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran dan dapat diukur ketercapaiannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa implementasi OBE membutuhkan keterkaitan yang jelas antara CPL, CPMK, Sub-CPMK, metode pembelajaran, dan instrumen asesmen. Setiap mata kuliah harus memberikan kontribusi terhadap pencapaian CPL, sehingga dosen perlu memiliki pemahaman yang sama dalam menerjemahkan CPL ke dalam CPMK, Sub-CPMK, RPS, proses pembelajaran, hingga asesmen.

Lebih lanjut, Dr. Meigy menegaskan bahwa pengukuran CPL merupakan bagian penting dalam evaluasi dan peningkatan mutu pembelajaran. Hasil pengukuran dapat menjadi dasar bagi Program Studi dan dosen untuk mengetahui capaian mahasiswa sekaligus menentukan tindak lanjut apabila terdapat kompetensi yang belum tercapai secara optimal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menyamakan persepsi dan memperkuat pemahaman para dosen dalam pengukuran CPL dan penyusunan RPS berbasis OBE, sehingga implementasi kurikulum dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penguatan implementasi OBE merupakan bagian dari komitmen Program Studi THP untuk terus meningkatkan mutu akademik dan memastikan mahasiswa memperoleh proses pembelajaran yang membekali mereka dengan kompetensi sesuai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *