Connect with us

Unpatti

Rektor Unpatti : Blok Masela Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Intim

Published

on

AMBON,DM.COM,-Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof Dr Fredy Leiwakabessy mengatakan, proyek abadi LNG Blok Masela, adalah proyek strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung visi Indonesia sebagai negara yang mandiri di bidang energi.

“Jadi kehadiran Blok Masela, sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur (Intim), “kata Rektor melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (16/6/2026).

Apalagi, ingat Rektor, kehadiran Blok Masela, setidaknya sejalan dengan paradigma Kampus Berdampak yang saat ini dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Jadi memang perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat dan daerah,”jelasnya.

Rektor juga menambahkan, kolaborasi dan kerja sama dengan INPEX Masela Ltd, Unpatti telah melaksanakan sejumlah kajian strategis guna memetakan kesiapan daerah dalam menyambut proyek tersebut.

“Kajian tersebut meliputi studi kesiapan vendor lokal, studi kesiapan sumber daya manusia, serta survei rantai pasok dan peluang pengadaan lokal,”paparnya.

Tak hanya itu, Studi kesiapan vendor lokal dilakukan untuk memastikan tersedianya penyedia barang dan jasa yang memenuhi standar industri sehingga pelaku usaha lokal dapat terlibat secara aktif dalam rantai pasok proyek.

“Sementara itu, studi kesiapan sumber daya manusia bertujuan mempersiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri,”terangnya.

Adapun survei rantai pasok dan peluang pengadaan lokal difokuskan pada identifikasi potensi sektor pangan dan berbagai komoditas lokal yang dapat mendukung kebutuhan operasional proyek sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Rektor menegaskan bahwa keberhasilan proyek strategis seperti Blok Masela tidak hanya ditentukan oleh investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem pendukung yang melibatkan pelaku usaha lokal, tenaga kerja terampil, serta sistem rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan.

Untuk itu, Rektor berharap, melalui diskusi dlaam forum Group Discussion (FGD) yang digelar beberapa waktu lalu, yang melibatkan pemerintah daerah, asosiasi pengusaha, perbankan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan dapat diimplementasikan secara nyata.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *