Connect with us

Politik

Saulatu Dinilai Layak Pimpin Bintang Mercy, Hanubun ‘Kejar’ Ambisi Politik di Demokrat

Published

on

AMBON,DM.COM,-Suksesi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, medio November 2026 mendatang, diprediksi bakal ketat dan panas. Saat ini dua figur mengerucut bakal pimpin partai berlambang Bintang Mercy itu, lima tahun kedepan

Mereka adalah Ketua Fraksi Partai Demokrat Provinsi Maluku, Halimun Saulatu dan Thaher Hanubun. Halimun adalah mantan anggota DPRD Maluku Tengah dari Partai Demokrat dua periode dan saat menjabat anggota DPRD Provinsi Maluku dua periode. Saulatu juga pernah menjabat Ketua KNPI Maluku.

Sementara Hanubun yang pernah memimpin Partai Pelopor Provinsi Maluku, saat ini menjabat Bupati Maluku Tenggara dua periode.

Halimun dan Hanubun, saat ini ramai diperbincangkan siapa yang layak memimpin partai bersutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Sebab, Halimun disebut disokong oleh sejumlah petinggi DPP Partai Demokrat, sementara Hanubun yang didukung Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, Alwen Roi Pattiasina, lewat anaknya yang memiliki kedekatan yang diklaim sudah mendapat restu dari AHY.

Lantas, dari dua nama itu, siapa yang dinilai layak dan berpeluan pimpin Demokrat Maluku. “Kalau ditanya siapa yang paling pantas pimpin Demokrat Maluku, adalah Halimun,’kata salah satu kader Partai Demokrat, ketika berbincang-bincang dengan DINAMIKAMALUKU.COM, Sabtu (3/10/2026).

Kader yang enggan namanya diwartakan mengaku, Halimun adalah kader tulen Partai Demokrat. Tentu, semangatnya ingin membesarkan Demokrat yang dari pemilu ke pemilu kursi partai itu terus menurun.”Makanya, elit Demokrat dan sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat di Malulu. lebih memilih Halimun, mengembalikan kejayaan partai,”bebernya.

Sementara Hanubun, lanjutnya, sejak awal tidak memiliki riwayat khusus sebagai kader Demokrat. Meski begitu, dia mengaku, Partai Demokrat pernah mengusungnya maju di Pilkada.”Tapi hasilnya tidak berdampak terhadap perolehan kursi Partai Demokrat didaerah yang dipimpinya,”terangnya.

Diinternal Demokrat, lanjutnya, menilai Hanubun hanya berkeinginan ingin memimpin Demokrat, karena ingin memiliki kendaraan politik untuk maju di pemilihan Gubernur Maluku 2030 mendatang.

“Nah, ini bahaya kalau yang bersangkutan pimpin partai. Kalau terpilih tidak apa-apa. Tapi, kalau tidak terpilih tentu partai ditingglkan, apalagi tidak dalam jabatan. Itu yang dikuatirkan Pak Hanubun ingin pimpin Demokrat untuk mengejar jabatan politik pribadi,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *