Connect with us

Politik

Saulatu Layak Nakhodai Demokrat, Hanubun & Arman Sebaiknya Fokus Bangun Daerahnya

Published

on

AMBON,DM.COM,-Persaingan merebut kursi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, pada musyawarah daerah (musda) yang digelar medio November 2026 mendatang, semakin ketat. Saat ini, tiga figur yang menyatakan kesiapan ingin memimpin partai berlambang Bintang Mercy itu lima tahun kedepan.

Mereka adalah, Halimun Sualatu (Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Maluku), Thaher Hamubun (Bupati Maluku Tenggara), dan Asri Arman (Bupati Seram Bagian Barat). Masing-masing bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, saat ini gencar menggalang dukungan ke DPP Partai Demokrat hingga 11 DPC Partai Demokrat Kabupaten dan Kota untuk mendukung dan memilihnya di konsolidasi partai lima tahunan itu.

Salah satu pengamat politik, Herman Siamiloy menilai, tiga figur itu memiliki kelebihan dan kekurangan jika mereka memimpin partai itu menghadapi pemilu nasional maupun pemilu lokal 2029 dan 2030 mendatang.

“Saya kira semua bakal calon punya hak yang sama sepanjang memenuhi syarat maju merebut kursi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku,”kata Siamiloy, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Sabtu (26/9/2026).

Dia menilai, dari tiga figur bakal calon, Saulatu dinilai layak dan pantas dipilih memimpin partai itu. Sebab, kata dia, Halimun saat ini berdomisili di Kota Ambon, memiliki waktu yang cukup menakhodai partai itu.

“Saya kira jika Pak Halimun dipilih konsolidasi partai semakin terstruktur, sistimatis dan masif meraih pemilu legislatif DPR RI, Pilpres dan pemilu legislatif DPRD Provinsi dan kabupaten kota serta Pilkada,”jelasnya.

Apalagi, ingat dia, kursi Partai Demokrat di DPRD Provinsi Maluku, dari pemilu sebelumnya terus mengalami penurunan.”Saya kira Demokrat Maluku dipimpin Pak Halimun yang memiliki kapasitas dan kepemimpinan yang teruji, partai Demokrat mengembalikan kejayaan dengan meraih kembali kursi pimpinan dewan di DPRD Provinsi Maluku,”terangnya.

Sementara Hanubun dan Arman, dia berharap, mereka sedianya legowo memberikan kesempatan kepada Sualatu memimpin partai itu.”Nah, saya kuatir kalau mereka diberikan kesempatan memimpin Demokrat Maluku, justeru tidak maksimal,”ingatnya.

Dia mengaku, selain sibuk memimpin Malra dan SBB, Hanubun dan Arman tidak berdomisili di Kota Ambon.”Saya kira pengalaman membuktikan Bupati yang memimpin parpol ditingkat provinsi, justeru diturunkan ditengah jalan karena tidak maksimal melakukan konsolidasi diinternal partai yang dipimpinya,”bebernya.

Dia mencontohkan, Abddulah Vanath dan Abdullah Tuasikal, ketika memimpin DPD Partai Demokrat Maluku dan DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.”Ketika itu, Pak Vanath dan Pak Tuasikal ditirunkan ditengah jalan karena mereka pinpin partai ketika masih menjabat didaerahnya,”tuturnya.

Untuk itu, dia berharap, DPP Partai Demokrat dan DPC Psrtai Demokrat kabupaten dan kota jeli dan peka melihat figur yang layak pimpin partai.”Jangan lihat kapasitasnya sebagai Bupati, tetapi belum tentu dengan jabatan itu berdampak bagi kebesaran partai. Pengalaman membuktikan itu,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *