Connect with us

Pemkot Ambon

Tutup Lomba Paduan Terompet Trompela Cup, Walikota : Pemkot Selalu Mendukung

Published

on

AMBON,DM.COM,-Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, secara resmi menutup lomba paduan terompet untuk memperebutkan piala Trompela Cup Harmoni Maluku 2026 yang diakhiri dengan festival Trompela di gedung Taman Budaya, Jumat (29/5/2026).

Walikota mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) memberikan apresiasi setinggi-tinggnya kepada panitia yang telah menginsiasi menyelenggarakan acara tersebut.

“Kenapa ini sesuatu yang menjadi penting, kita bersyukur karena kota Ambon diakui UNESCO sebagai kota music dunia. Ini bukan sesuatu yabg sekedar membicarakan, bukan sekedar mendapatkan pengakuan saja,”kata Walikota.

Namun, ingat Walikota, mesti terimplementssi dan diaktualisasikan dalam setiap kehidupan bersama di Kota Ambon.”Karena itu, Pemkot selalu ada dan mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan oleh baik komunitas atau oleh semua pihak, dalam rangka Ambon of Music nanti,”terangnya.

Apalagi, papar Walikota, ditengah-tengah kehidupan yang majemuk dan hetrogen, sering dirinya sampaikan bahwa Pemkot sebagai Dirigen menciptakan harmoni ditengah-tengah keberagaman. “Siapa pelakunya, pelakunya adalah seluruh warga kota Ambon dengan latar kehidupan yang berbeda-beda,”jelasnya.

Berbicara soal harmoni, paduan terompet, paduan suara, vokal grup dan lainya todal tercupta harmoni jika satu sama lain tidak mengalah. “Bagaimana saling memunculkan adalah bagaimana saling menjaga irama, sehingga tercipta harmoni, yang enak didengar,”harapnya.

Karena itu, lanjutnya, bagaimana menyelwrasikan perbedaan itu sangat penting, termasuk bermusik.”Untuk itu, kita berharap, bagaimana harmoni Maluku, tidal saja menjadi sebuah narasi, bikan saja tercipta di music tapi ada di dalam kehiudupan warga Maluku, warga Kota Ambon, supaya merasa menikmati kehiduoan, supaya merasa enak, sehingga merasa nyaman dalam kehidupan di Maluku,”paparnya.

Dia berharap, setelah kegiatan paduan terompet Trompela Cup Harmoni Maluku 2026, tercipta kegiatan-kegiatan lainya. “Beberapa waktu lalu, disini juga ada Stand Up Comedi, dan kegiatan lainya sehingga kita berharap ada ruang yang tercipta dari inisiatif
komunitas-komunitas, inisiatif kelompok-kelompok anak-anak muda, dan lainya yang akan mengisi kehidupan di Kota Ambon, sehingga jadi Kota Music dunia,”ingatnya.

Untuk itu, Walikota mengampaikan terima kasih kepada panitia, seluruh pendukung . Katdnanya, dia mengigatkan, pihaknya susah menggelar konser-konser, karena senang menonton konser yang gratis. “Makanya ada yang komentar di media sosial, pak wlaikota bisa menggelar konser ini dan konser itu. Uang dari mana,”tanya Walikota.

Gelar konser, lanjut dia, mesti mendatangkan penyanyi, artis, alat-alat musicnya. Makanya, jual tiket Rp 100 ribi susah beli. Tapi kalau gelar konser gratis dilapangan merdeka, pasti orang memadati lapangan merdeka,”terangnya.

Hadir pada kasempatan itu, Ketua DPRD Kota Ambon, Sekkot Ambon, Dandim Ambon, Wakapolresta Ambon dan PP Lease, anggota DPRD Provinsi Maluku, Edison Sarimanela, Ketua Majelis Jemaat GPMLatta, PdtYanLetelay, Ketua Panitia Pembangunan GedungGereja Elohim Latta, Dirk Soplanit, dan ribuan penonton. (DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *