Connect with us

Unpatti

Unpatti Gelar Upacara Hardiknas, Mendiktisaintek : Indonesia Harus Melahirkan Ilmuwan Kelas Dunia

Published

on

AMBON,DM.COM,-Civitas Akademika Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 Tahun 2026 dan Pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Kampus (PEKSIMIKA) Unpatti di halaman upacara Rektorat Unpatti, Sabtu (2/5/2026).

Turut Hadir pada upacara memperingati Hardiknas, yakni Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy, para Wakil Rektor Unpatti, Senat dan anggota Senat Unpatti, para Guru Besar, Dekan, akademisi, pejabat dilingkup, pegawai, dan mahasiswa di kampus terbesar di Provinsi Maluku itu.

Pembina Upacara, Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy. Pidato Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) yProf. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. yang dibacakan Rektor Unpatti menegaskan, Hardiknas yang digelar, menumbuhkan kembali keyakinan bersama bahwa pendidikan adalah jantung peradaban dimana akal budi dibentuk karakter di tempa dan masa depan bangsa dipertaruhkan.

“Ditengah perubahan dunia yang bergerak sangat cepat, karen disrupsi digital dan lingkungan serta ketimpangan sosial, hingga perubahan dunia kerja akibat kecerdasan AI kita berhadapan dengan tantangan yang semakin kompleks,”kata Menteri.

Namun, ingat Menteri, ditengah semua itu diyakini bahwa pendidikan merupakan jawaban paling mendasar, paling strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara.

” Pendidikan yang bermutu adil dan memerdekakan bukanlah pilihan melainkan kewajiban bangsa inilah ruh tema peringatan tahun ini, yakni menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,”terang Menteri.

Menurut Menteri, tema ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dan menjadi orientasi pembangunan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi yang tertuang dalam rencana strategis 2025-2029.

“Dengan visi ini, terwujudnya adaptif dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia emas 2040 mendatang. Inilah semangat berdampak yang menggerakkan bagi kemajuan bangsa. Transformasi itu bertumpu pada tiga kekuatan besar, pertama perluasan akses secara inklusi. Ttidak boleh ada bangsa yang tertinggal karena kondisi ekonomi dan geografis maupun keterbatasan sosial,”jelasnya.

Apalagi, ingat Menteri, melalui kartu Indonesia pintar kuliah, beasiswa afirmasi pendidikan tinggi. bantuan uang kuliah tunggal serta beasiswa lainya harus menjadi tangga mobilitas sosial yang membuka kesempatan menumbuhkan harapan dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi setiap anak bangsa,”ingatnya.

Namun, lanjut Menteri, melalui pembaruan berkelanjutan agar ilmu yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan kebutuhan masa depan bangsa.

” Kedua kolaborasi yang melahirkan solusi kampus, perlu semakin hadir di tengah masyarakat dengan memperkuat perannya yang melahirkan solusi bagi bangsa. Melalui kemitraan dan tantangan sains dan teknologi, perguruan tinggi terus memperluas kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan nyata melalui konsorsium berbagai perguruan tinggi telah berkontribusi menangani persoalan kemiskinan termasuk di Nusa Tenggara Timur dengan menghasilkan inovasi pangan bernutrisi serta peningkatan produktivitas pertanian,”paparnya.

Tak hanya itu, Menteri berharap, kampus didorong tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu. tetapi juga menjadi sumber solusi nyata bagi bangsa. Ketiga, lanjutnya, yang berdampak nyata riset Indonesia diarahkan untuk menghasilkan publikasi, tetapi juga melahirkan inovasi industri dan solusi. “Untuk itu, fokus riset nasional diarahkan dalam dua pendekatan utama yaitu program riset prioritas yang memperkuat pemerataan dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat serta program riset strategis yang berfokus pada bidang-bidang kunci masa depan seperti pengelolaan sampah transisi energi pengembangan industri semikonduktor sterilisasi sumber daya alam ketahanan pangan kesehatan hingga kecerdasan artificial,”bebernya.

Untuk itu, ingat Menteri, tantangan penguatan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan pusat keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi, riset memberi nilai tambah bagi bangsa.

“Kita memiliki cita-cita besar, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tapi Indonesia harus menjadi pencipta ilmu pengetahuan. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah yang jelas. Indonesia harus melahirkan ilmuwan kelas dunia,”ingatnya.

Bahkan, lanjut dia, ilmuwan Indonesia raij Nobel dari anak bangsa sendiri. Untuk itu, lanjutnya, Kementerian menyiapkan Indonesia 2045, adalah sebuah upaya terstruktur dan berkelanjutan dalam membina talenta unggul sejati dan memperkuat pendidikan riset berkelas dunia.

” Ini bukan mimpi yang terlalu tinggi, ini adalah cita-cita bangsa besar, bangsa besar tidak hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan saudara-saudari,”harpanya.

Apalagi, tambah Menteri, transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi, negara, kampus, masyarakat, pendidik, peneliti dan generasi muda semuanya adalah arsitek masa depan Indonesia.

” Kepada para pendidik, tenaga kependidikan dan peneliti seluruh penjuru negeri, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *