Parlemen
Warga Mengeluh Keterlambatan Keberangkatan KM SN, Anos Yeremias Beberkan Kendalanya
AMBON,DM.COM,-Sejumlah Kapal Motor Sabuk Nusantara (KM SN), sering mengalami keterlambatan keberangkatan dari pelabuhan Yos Sudarso Ambon menuju daerah tujuan. Akibatnya, masyarakat pengguna jasa kapal itu sering mengeluh dan melayangkan protes.
Lantas, apa saja yang menjadi kendala dari pihak operator pengelola sejumlah KM SN yang rutin melayari sejumlah wilayah di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ini setelah beberapa hari belakangan ini, salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, sering ditanyai oleh warga soal kendala apa saja yang sering dialami, pihak kapal sehingga kapal sering terlambat bahkan, menunda keberangkatan.
“Karena itu, beta perlu menyampaikan bahwa
Kapal Perintis Tol Laut (SN 87,SN 103,SN,33 dan lainnya) sering terlambat melakukan bungker BBM karena masalah teknis perbankan biasanya disebabkan oleh beberapa hal,”kata Yeremias, Jumat (29/5/2026).
Wakil rakyat dari daerah pemilihan MBD dan KKT ini mengaku, persoalan transfer dana terlambat masuk, sehingga pembayaran BBM harus masuk terlebih dahulu sebelum pengisian dilakukan.
“Jika sistem bank mengalami gangguan, dana pending, atau proses RTGS/transfer antar bank terlambat, maka suplai BBM ikut tertunda,”terangnya.
Begitu juga perbedaan jam operasional bank, banyak transaksi pembayaran BBM masih bergantung pada jam operasional perbankan.
“Jika kapal tiba malam hari, akhir pekan, atau hari libur, proses verifikasi pembayaran bisa tertunda,”ungkapnya.
Tak hanya itu, gangguan sistem online banking Error server, maintenance sistem, atau gangguan jaringan menyebabkan:
invoice tidak terbaca, (SN 87 dan 103 kemarin mengalaminya).”Pembayaran gagal terverifikasi,atau SPBU/pemasok BBM belum menerima konfirmasi pembayaran,”terangnya.
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku ini juga mengakui, masalah administrasi rekening perusahaan sering terjadi Limit transfer habis, Rekening diblokir sementara, Kesalahan nomor rekening,
atau dokumen pembayaran belum lengkap.
Ada juga Proses verifikasi berlapis
Untuk kapal pemerintah/perintis, pembayaran sering melalui Operator kapal,
Agen, Kantor pusat, hingga pihak bunker BBM, jadi pemicu kendala kapal tidak kunjung berangkat.”Jika satu tahap terlambat, kapal tidak bisa langsung isi BBM,””sebutnya.
Kendala lainya, seperti dampak di lapangan Akibat keterlambatan bungker BBM, Jadwal pelayaran terganggu, Distribusi logistik ke daerah terpencil terlambat, Penumpang menunggu lebih lama, Biaya operasional meningkat.
“Pada praktiknya, masalah ini bukan semata karena kapal atau awak kapal, tetapi kombinasi antara sistem pembayaran, administrasi, dan koordinasi. Semoga Bapa dan Ibu Pengguna jasa Transportasi Laut Perintis dapat memaklumi situasi ini dan berikutnya kami akan koordinasikan dengan PPK agar bila Kapal Perintis tiba Ambon di kala libur resmi atau sabtu dan Minggu maka Employe/ keberangkatan diterbitkan di hari Selasa atau Rabu sehingga Bapa dan Ibu tidak perlu mengeluh dan membuat opini seolah-olah bahwa ada Rekayasa,alasan yang dibuat-buat untuk menyulitkan Bapa dan Ibu Penumpang,”ingatnya.
Apalagi, tambah anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku itu, Periode 2024 – 2029 ini, dirinya tidak lagi di Komisi III yang membidangi SEKTOR PERHUBUNGAN, tapi selalu meluangkan waktu dan kesempatan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, KSOP Kelas I Ambon (PPK Perontis), Operator (Pelni dan swasta), Kantor UPP Pabgkalan Perintis, Pertamina di Ambon maupun Jayapura.
“Semua beta lakukan semata-mata untuk memastikan PELAYANAN bagi Basudara samua. Karena beta sungguh sadar bahwa TUHAN yang menetapkan beta melalui pilihan Basudara samua untuk menjadi Anggota DPRD PROVINSI MALUKU, maka kewajiban beta adalah MELAYANI BASUDARA SAMUA meskipun masih terbatas tapi setidaknya beta bisa lakukan apa yang bisa beta lakukan par Basudara samua,”paparnya.
“Berikutnya, beta harapkan agar mari katong samua JAGA FASILITAS YANG NEGARA SIAPKAN UNTUK MELAYANI KATONG SAMUA. Sebab perhatian PEMERINTAH PUSAT sudah sangat baik saat ini.
Karena,setiap KM SN 87,71,dan lainnya berangkat BBM saja Biaya per Kapal adalah 381juta lebih,”pungkasnya.(DM-04)