Connect with us

Ragam

Peringati HKN, PIM Gemparkan Kota Ambon Gelar Parade Kebaya Maluku

Published

on

AMBON,DM.COM,-Momentum peringati Hari Kebaya Nasional (HKN), dimanfaatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku.

Betapa tidak, punggawa organisasi yang menaungi para kaum perempuan dari berbagai latar belakang provesi ini akan menggelar Parade Kebaya Maluku di seputaran gong Perdamaian, Sabtu (25/7/2026).

Parade Kebaya Maluku ini, diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Kebaya Cole sebagai warisan budaya perempuan Maluku.

Untuk itu, Ketua Panitia Pengukuhan dan Rakerda DPD PIM Maluku, Dr. Alwiyah Fadlun Alyadrus, S.H., M.H., mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk turut memeriahkan perayaan tersebut dengan mengenakan Kebaya Cole bersama keluarga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk datang bersama keluarga, mengenakan Kebaya Cole, dan menjadi bagian dari gerakan melestarikan budaya daerah,”harap Alwiyah, kepada awak media di gong perdamaian, Kamis (23/7/2026).

Ketika menyampaikan keterangan pers, Alwiyah didampingi Ketua DPD PIM Provinsi Maluku, Ir. Rimaniar Julindra, S.T., M.Sos., IPP dan sejumlah pengurus PIM Provinsi Maluku.

Mantan Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini mengaku, parade yang digelar menjadi bukti nyata bahwa Kebaya Cole tetap hidup, dicintai, dan menjadi kebanggaan perempuan Maluku. Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik yang akan diundi bagi masyarakat yang hadir.

Alwiyah menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai organisasi perempuan di Kota Ambon, Pemerintah provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, perusahaan swasta, serta sejumlah mitra yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Sampai bertemu pada peringatan Hari Kebaya Nasional 25 Juli 2026. Mari Katong Berkebaya, Kebaya Cole Warisan Budaya Perempuan Maluku,”ajaknya.

Sementara itu, Ketua DPD PIM Provinsi Maluku, Ir. Rimaniar Julindra, S.T., M.Sos., IPP, mengaku, organisasi yang dipimpinya dari berbagai kalangan profesi dan susah terbentuk di 7 kabupaten dan kota di Maluku.

“Jadi kita punya program pemberdayaan masyarakat dan banyak bidang seperti bidang sosial, ekonomi, pariwisata, lingkungan hidup, sosial kemasyarakatan, kesehatan, penddikan, dan banyak lainya.

“Jadi memang organisasi ini, khusus bagi kaum perempuan. Tentu perhatian kami itu bagi perempuan hebat. Tokoh inspiratif yang membawa dampak bagi perkembangan perempuan dan berdampak bagi perempuan lainya,”jelasnya.

Dia mengaku, dari sisi pemikiran, bisnis, pendidikan dan wawasan yang juga berkolaborasi dengan organisasi wanita lainya. “Jadi memang pasca pelantikan kita ada beberapa program, salah satunya gelaran Parade Kebaya Maluku. Ini adalah langkah, kita setelah dilantik. Jadi ada kegiatan lain seperti workshop. Nanti, tergantung masing-masing bidang. Kita akan gelar workshop bergantian dengan bidang lainya,”paparnya.

Khusus parade Kebaya Maluku, anggota DPRD Provinsi Maluku ini mengaku, PIM terus mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membudayakan penggunaan Kebaya Cole dalam berbagai aktivitas sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

Menurut Rimaniar, budaya hanya akan tetap hidup jika terus dikenakan, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, pelestarian Kebaya Cole tidak boleh berhenti sebagai simbol semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, organisasi perempuan, hingga pemerintah.

Ia berharap Kebaya Cole tidak hanya dikenal di Maluku, tetapi juga semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang lahir dari perempuan Maluku.

Untuk itu, wakil rakyat dari dapil Koga Ambon ini mengajak seluruh perempuan di Maluku menjadikan Hari Kebaya Nasional sebagai momentum untuk semakin mencintai budaya sendiri.

“Sesuai tema kita, ‘Mari Katong Berkebaya: Kebaya Cole, Warisan Budaya Perempuan Maluku’, mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan Kebaya Cole kepada generasi mendatang,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *