Connect with us

Politik

Halimun-Asri “Gabung Jurus” Pimpin Demokrat, Hanubun Tak Berkontribusi

Published

on

AMBON,DM.COM,-Dinamika politik internal Partai Demokrat Provinsi Maluku, menuju pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, medio November 2026 mendatang, bakal berlangsung alot dan panas.

Sebab, saat ini tiga figur menyatakan sikap bakal maju mencalonkan diri merebut kursi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku. Mereka adalah, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Maluku, Halimun Saulatu, Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, dan Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun.

Sesuai informasi yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Jumat (25/9/2026), Halimun dan Asri yang merupakan kader tulen Partai Demokrat, telah bertemu “gabung jurus” maju merebut kursi ketua DPD Partai Demokrat Maluku. Sementara, Hanubun, yang dinilai ambisi nemimpin partai itu mengklaim telah mendapat dukungan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, Roy Pattiasina hingga Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Bahkan, saking ambisi, Hanubun justeru berkeinginan agar Musda DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku digelar di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara. Namun, DPP dan DPD Partai Demokrat bersikukuh Musda tetap digelar di Kota Ambon.”Masak Musda di Langgur. Ini tidak rasional agar dukungan diarahkan ke Pak Hanubun. Kita bersikukuh Musda tetap di Ambon, agar netral,”kata salah satu kader Demokrat kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Jumat (25/9/2026).

Kader yang enggan namanya dipublikasi, membandingkan, Hanubun selama ini tidak berkeringat di Demokrat, ketimbang Halimun dan Asri, pimpin Demokrat.”Coba bayangkan Demokrat di Malra itu tidak ada kursi. Kalau pak Hanubun berkeringat pasti ada kursi Demokrat di DPRD Malra. Begitu juga kalau Pak Hanubun kerja untuk Demokrat tentu amankan pak Roy Pattiasina,”bebernya.

Dia juga mengaku, Hanubun umurnya tidak lagi produktif untik membangun partai diwilayah kepulauan seperti Maluku.”Pak Hanubun itu umurnya sudah tua. Tidak lagi produktif membangun partai,”jelasnya.

Dia mencontohkan, Hanubun didukung Partai Demokrat di Pilkada Malra, tapi justeru Partai Demokrat tidak memiliki kursi di DPRD Malra.”Jadi pak Hanubun berkoar-koar ingin pimpin Demokrat, tpai politok ini soal hasil bukan janji. Dia janji bangun Demokrat di Malra tapi tidak ada kursi,”terangnya.

Dia mengaku, ada politisi kawakan di Malra maju dari Demokrat juga tidak mampu didukung oleh Hanubun. Bahkan, Partai Demokrat Malra dari dua kursi kini tidak ada kursi di DPRD Malra.

Kader Demokrat itu mengakui, jika anaknya Hanubun dekat dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tapi yang lebih dekat itu Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Jovan Latuconsina.”Nah, yang dukung Hanubun itu anaknya yang klaim dekat dengan AHY. Kalau calon lain ada dukungan dari DPP Demokrat,”sebutnya.

Diakui, dari aspek kontribusi anaknya Hanubun yang juga anggota TNI satu angkatan dengan AHY tidak berkontribusi bagi Demokrat. “Kalau mau kontribusi silakan lepaskan jabatan di TNI, lalu pimpin Demokrat Maluku, “harapnya.

Dia kembali membandingkan, Jovan Latuconsina yang rela mundur dari prajurit TNI. Jovan mundur dengan jabatan Letnan Kolonel.”Itu jabatan menuju Jenderal. Tapi lepas dan pilih mengabdi di Demokrat ikut AHY yang lebih mundur dari TNI. Itu beda dengan Pak Taher. Jangan orang bangun isu diluar soal kedekatan itu,”terangnya.

Dia juga mengakui, Pattiasina juga tidak konsisten. Sebelumnya dukung Halimun, balik dukung Hanubun. “Mungkin ada iming-iming dan lain-lain,”tegasnya.

Soal kapasitas Halimun, dia mengaku, Halimun awalnya anggota DPRD Maluku Tengah. Namun, meninggalkan posisinya maju mencalonkan diri merebut kursi DPRD Provinsi Maluku. “Nah, Halimun saat ini sudah dua periode terpilih jadi anggota DPRD Provinsi Maluku. Kalau partai ini mau besar harus dipimpin Halimun,”tandasnya.

Apalagi, ingat dia, Halimun adalah kader Demokrat militan, energik membangun partai Demokrat.”Jadi Halimun ini bukan tong kosong. Tapi yang lain janji bangun Demokrat tapi hasilnya nol besar,”ujarnya.

Untuk itu, dia berharap, para pemilik suara bersikap arif dan bijaksana memilih Halimun pimpin Demokrat lima tahun kedepan.”Jadi Pak Halimun kolaborasi dengan Pak Asri Arman besarkan Demokrat di Maluku,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *