Pemkab MBD
Kantor Klasis GPM Pulau-Pulau Lemola Ditahbiskan, Ini Harapan Bupati MBD
AMBON,DM.COM,– Setelah melalui proses pembangunan selama lebih dari 11 tahun, Kantor Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-Pulau Leti Moa Lakor (Lemola), Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), akhirnya ditahbiskan dan diresmikan dalam sebuah ibadah syukur di Tiakur, Jumat (25/9/2026). Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi penguatan pelayanan, persekutuan, dan pembinaan umat di wilayah Leti, Moa, dan Lakor.
Ketua Panitia Penyelesaian dan Pentahbisan, Daud Reimialy mengatakan pembangunan kantor klasis ini memiliki perjalanan Panjang. Peletakan batu penjuru dilakukan pada September 2015, seiring dengan perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten MBD ke Tiakur.
Dalam perjalanannya, pembangunan gedung tersebut menghadapi berbagai proses dan tantangan. Namun, berkat dukungan, kerja keras, serta kebersamaan berbagai pihak, pembangunan terus dilanjutkan hingga akhirnya gedung tersebut dapat dituntaskan dan digunakan sebagai pusat pelayanan klasis.
Reimialy menyampaikan proses penyelesaian pembangunan terus dilakukan secara bertahap hingga pada Mei 2025, dibentuk Panitia Penyelesaian dan Pentahbisan untuk melanjutkan sekaligus menuntaskan berbagai pekerjaan pembangunan gedung.
Dengan penuh rasa syukur, panitia melaporkan bahwa total dana yang berhasil dihimpun untuk pembangunan kantor ini mencapai Rp1.371.800.000 guna mendukung pembangunan gedung kantor klasis dengan luas bangunan 37 x 18 meter persegi.
“Gedung kantor klasis ini dirancang untuk menjadi rumah pelayanan, persekutuan, serta kesaksian bagi seluruh jemaat dan masyarakat sekitar,” ujar Reimialy.
Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam proses pembangunan, baik melalui dukungan dana, material, tenaga, maupun doa.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. Sacharias Izack Sapulette, memberikan apresiasi kepada seluruh pelayan dan jemaat yang telah berkontribusi dalam pembangunan kantor klasis tersebut.
Ia menegaskan bahwa pentahbisan gedung bukan sekadar peresmian sebuah bangunan secara fisik, tetapi merupakan bagian dari karya pelayanan gereja dalam menjawab kebutuhan umat di wilayah pelayanan tiga pulau, yakni Leti, Moa, dan Lakor.
Keberadaan kantor klasis juga menegaskan komitmen GPM untuk terus menjadi mitra strategis dan kritis bagi pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan daerah serta penataan Kota Tiakur sebagai ibu kota Kabupaten MBD.
Dalam sambutannya, Bupati MBD, Benyamin Th. Noach, mengatakan keberadaan gedung baru tersebut merupakan wujud komitmen, kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan seluruh jemaat serta para pelayan Tuhan.
“Gereja merupakan mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam pembangunan spiritual, tetapi juga dalam mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Kantor Klasis GPM Pulau-Pulau Leti Moa Lakor dapat semakin memperkuat pelayanan kepada jemaat sekaligus mempererat sinergi antara gereja dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Kabupaten MBD.
Kehadiran kantor klasis tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan pendampingan kepada jemaat dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai moral, etika, spiritualitas, toleransi, dan perdamaian.
Pemerintah daerah juga berharap kemitraan antara GPM dan pemerintah terus terjaga dalam membangun Kabupaten MBD, termasuk mendukung penataan dan pengembangan Kota Tiakur sebagai ibu kota kabupaten.
Gedung tersebut kini diharapkan tidak hanya menjadi pusat administrasi organisasi gereja, tetapi benar-benar menjadi rumah pelayanan, persekutuan, dan kesaksian yang menghadirkan manfaat bagi jemaat dan masyarakat di wilayah Leti, Moa, dan Lakor.(DM-04)