Olahraga
Dikalahkan Petinju Korsel di Asian Games Jepang, Muskitta belum Samai Rekor Gommies, Soplanit & Papilaya
AMBON,DM.COM,-Impian menjulang petinju Indonesia asal Maluku Maikhel Roberrd Muskitta dapat meraih medali di pentas Asian Games XX Aichi-Nagoya Jepang, 10 September hingga 4 Oktober 2026 kandas di tengah jalan.
Setelah sebelumnya mampu mempecundangi petarung tuan rumah Kai Toriyabe di Gymnasium Nishio, Aichi, Rabu (23/9), dengan skor 5-0 (30-27, 30-27, 29-28, 29-28,30-27) dan memastikan tiket ke perempatfinal, Minggu (27/9) pagi waktu setempat, langkah anak Ambon ini dihentikan petarung Korea Selatan Minseong Kim dengan skor mencolok 1-4.
Pengamat olahraga Maluku Rony Samloy menyatakan torehan negatif Maikhel Roberrd Muskitta di Asian Games edisi ke-20 membuat dia gagal mewujudkan impiannya menyamai rekor fantastis Willem “Wim” Gommies atau setidak-tidaknya mengikuti jejak para pendahulunya, Frans Soplanit dan Welem Papilaya di multievent serupa.
“Wiem Gommies adalah legenda tinju asal Maluku dan merupakan satu-satunya petinju Indonesia yang pernah merebut medali emas di dua gelaran Asian Games, yakni Asian Games VI 1970 Bangkok, Thailand dan Asian Games VIII 1978 Bangkok di mana Wim konsisten tampil di Kelas menengah/75 kg putra,” ulas Samloy melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (28/9/2026).
Samloy menambahkan ada juga dua petinju Indonesia berdarah Maluku yang pernah menyumbangkan medali perak di Asian Games masing-masing Frans Soplanit dan Welem Papilaya. “Frans Soplanit yang tampil di kelas bantam/54 kg putra meraih perak di saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 tahun 1962, sedangkan Welem Papilaya juga menyabet perak kelas 75 kg putra di Asian Games XIII 1998 Bangkok,” rinci Samloy.
Di bawah capaian memukau Wiem Gommies tercatat nama Pino Bahari, petinju asal Bali yang sukses merebut emas kelas menengah di Asian Games XI 1990 Beijing, China.
Samloy menyebutkan petinju-petinju Indonesia yang pernah menyumbangkan perak di Asian Games selain Frans Soplanit dan Welem Papilaya, antara lain Paruhum Siregar di kelas Berat Ringan Asian Games V 1966 Bangkok, Idwan Anwar di kelas Terbang Asian Games V 1966 Bangkok, Said Fidal di kelas Welter ringan Asian Games V 1966 Bangkok, Johny Riberu di kelas Terbang Asian Games VIII 1978 Bangkok, Adrianus Taroreh di kelas bulu Asian Games X 1986 Seoul, Korea Selatan dan Hermensen Ballo di kelas Terbang Asian Games XIII 1998 Bangkok.
Selanjutnya, kata Samloy, petinju-petinju Indonesia yang pernah mempersembahkan perunggu untuk kontingen Merah Putih di Asian Games, yakni Johny Bolang di kelas Welter ringan Asian Games IV 1962 Jakarta, Fery Moniaga di kelas Terbang Asian Games VI 1970 Bangkok dan Hermensen Ballo di kelas Terbang ringan Asian Games XII Hiroshima, Jepang.
“Jadi sejak keikutsertaan Indonesia di Asian Games I 1951 New Delhi, India, hingga Asian Games XX Aihi Nagoya, Jepang, tercatat baru dua petinju Indonesia yang sukses merebut emas yakni Willem Gommies dan Pino Bahari, dan juga baru ada dua petinju Indonesia yang sukses merebut dua medali di dua event Asian Games yakni Willem Gommies dan Hermensen Ballo,” jelas Samloy.
HARUS TERHENTI DI PEREMPATFINAL. Sebagaimana diketahui Langkah petinju Indonesia asal Maluku, Maikhel Roberrd Muskita, di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 harus terhenti di babak perempat final.
Muskita menghadapi petinju Korea Selatan, Minseong Kim, dalam pertandingan kelas 80 kilogram putra yang berlangsung di Nishio Gymnasium, Aichi, Jepang, Minggu (27/9) pagi waktu setempat.
Dalam pertandingan tersebut, Muskita harus mengakui keunggulan Kim dengan skor 1-4.
Hasil tersebut membuat perjuangan Maikhel untuk membawa pulang medali dari nomor 80 kilogram harus berakhir di babak delapan besar.
Pertandingan melawan Kim menjadi tantangan berat bagi Maikhel. Bahkan sebelum laga, Maikhel sempat meminta dukungan dan doa masyarakat Indonesia untuk menghadapi petinju Korea Selatan tersebut.
Meski gagal melangkah ke semifinal, Maikhel telah mencatatkan perjuangan penting dengan menembus delapan besar Asian Games 2026 di kelas 80 kg.
Bagi Maluku, penampilan Maikhel di panggung Asian Games menjadi catatan tersendiri karena ia membawa nama Indonesia sekaligus daerah asalnya di salah satu ajang olahraga terbesar di Asia. (DM-04)