Parlemen
Rekrut Tenaga Kerja Blok Masela, Anos Yeremias : Kenapa MBD Tak Dilibatkan !!
AMBON,DM.COM,— Dibukanya rekrutmen tenaga kerja untuk penempatan pada INPEX Project di Kabupaten Kepulauan Tanimbar patut diapresiasi karena menjadi bukti bahwa pembangunan Blok Masela mulai membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“Namun demikian, terdapat hal yang perlu mendapat penjelasan serius. Dalam sedikitnya lima informasi lowongan yang beredar untuk posisi Admin SHE, Storeman/Warehouseman, Teknisi Perancah (Scaffolder), Project Admin, dan Teknisi Ledeng (Plumber), tercantum salah satu persyaratan utama yaitu “penduduk lokal asli Tanimbar,”kata anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (29/9/2026).
Pertanyaannya adalah: bagaimana dengan putra-putri Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD)?
Pertanyaan ini penting karena Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebelumnya menyatakan bahwa tenaga kerja lokal dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja proyek Blok Masela. Pemprov juga mendorong penerapan zonasi tenaga kerja bagi masyarakat di wilayah terdampak dan sekitar proyek.
Bahkan Pemerintah Provinsi Maluku pada 23 September 2026 kembali menegaskan bahwa manfaat Blok Masela harus dirasakan masyarakat melalui kesempatan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja dan penguatan ekonomi lokal, dengan proses rekrutmen yang transparan dan berbasis kompetensi.
Karena itu, munculnya rekrutmen yang membatasi persyaratan lokal hanya kepada masyarakat asli Tanimbar perlu diklarifikasi oleh INPEX, Petrosea, SKK Migas, Pemerintah Provinsi Maluku, serta instansi ketenagakerjaan terkait.
“Kami tidak mempersoalkan prioritas kepada masyarakat Tanimbar sebagai daerah lokasi pembangunan fasilitas utama proyek. Itu wajar dan harus dihormati. Tetapi MBD juga jangan sampai ditinggalkan dari skema penyerapan tenaga kerja lokal Blok Masela,”tegasnya.
MBD selama ini juga telah dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam pengembangan Blok Masela. Bahkan kajian Local People Study yang melibatkan Universitas Pattimura dan Pemerintah Kabupaten MBD secara khusus membahas kesiapan serta kompetensi SDM MBD untuk terlibat dalam proyek tersebut.
Karena itu, perlu ada penjelasan yang terbuka: apakah lowongan yang diumumkan saat ini memang khusus untuk zonasi Tanimbar dan selanjutnya akan dibuka kuota tersendiri bagi tenaga kerja MBD, ataukah MBD memang belum dimasukkan dalam tahapan rekrutmen tersebut?
“Kami berharap ada roadmap rekrutmen yang jelas dan transparan, termasuk jenis pekerjaan, jumlah kebutuhan tenaga kerja, kompetensi yang dipersyaratkan, pembagian zonasi, serta tahapan penerimaan tenaga kerja dari KKT, MBD dan masyarakat Maluku secara lebih luas,”imbuhnya.
Blok Masela adalah proyek besar yang berada di Maluku. Kehadirannya harus menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat lokal, bukan justru menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang boleh dan siapa yang tidak mendapat kesempatan.
KKT harus memperoleh manfaat.
MBD juga harus memperoleh ruang yang adil sesuai skema dan kebutuhan proyek.
Yang kita perjuangkan bukan meminta orang diterima tanpa kompetensi. Yang kita minta adalah kesempatan yang terbuka, transparan, dan terukur bagi putra-putri daerah yang memenuhi persyaratan.
“Jangan biarkan anak-anak daerah hanya menjadi penonton ketika proyek besar sedang dibangun di sekitar tanah dan laut mereka sendiri,”pungkasnya.(DM-04)