Politik
Sambangi 29 KK Korban Kebakaran Rumah di Patahuwe, BMW Salur Bantuan, Disambut Haru Warga Terdampak
AMBON,DM.COM,-Usai membuka kompetisi Robot di SMK Kristen YPKPM Ambon, bertemu Alumni SMA Kristen dan memotivasi ribuan calon wisudawan Universitas Pattimura (Unpatti), Dr Michael Wattimena, langsung menuju Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Disana, Komisaris PT Pertamina International Shipping dan Tenaga Ahli Menteri ESDM RI menyambangi warga Patahuwe, korban kebakaran rumah beberapa bulan yang diduga dibakar orang yang tidak yang bertanggungjawab.
Kehadiran, Wattimena akrab disapa BMW, Minggu (1/11/2026) dengan menyambangi langsung 29 Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran datang untuk bertemu, mendengar keluhan, sekaligus memberikan penguatan kepada warga yang hingga kini masih berjuang melewati masa sulit pascakebakaran.
Sebanyak 29 KK tersebut merupakan warga yang kehilangan rumah akibat konflik sosial antara Desa Lisabata dan Desa Patahuwe pada September 2026 lalu.
Kedatangan BMW disambut Ketua Majelis Jemaat GPM Patahuwe, Pdt. Agnes Wemay/Hursepuny, S.Si.Teol., Camat Taniwel Jeqlin Manakutty, Kapolsek Taniwel Timur Iptu Mika Pesiwarissa, anggota DPRD Provinsi Maluku Morits Hans Rutosou, Raja Patahuwe
dan warga korban kebakaran rumah sebanyak 29 kepala keluarga dan tamu undangan lainya.
Dalam suasana penuh keakraban, BMW menyampaikan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk hadir dan bertatap muka langsung dengan masyarakat yang sedang menghadapi cobaan berat.
“Memang kuasa Tuhan yang luar biasa, sehingga beta bisa datang jauh dari Jakarta hari ini untuk bertatap muka langsung dengan Bapak Ibu yang sedang mengalami masa sulit ini. Beta mendoakan semoga seluruh keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkapnya.
Di hadapan para pengungsi, BMW juga menitipkan pesan penting agar masyarakat tidak terus terjebak dalam kesedihan dan dendam akibat peristiwa yang telah terjadi.
Menurutnya, masa depan harus tetap diperjuangkan. Luka akibat konflik memang tidak mudah dilupakan, tetapi masyarakat tidak boleh kehilangan semangat untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan.
“Ke depan, jangan kita terlena dengan kondisi yang ada sekarang. Kita harus bangkit, kita harus menata hari esok yang lebih baik. Dendam tidak akan menyelesaikan masalah. Mari kita ambil hikmah dari semua yang terjadi, dan jadikan ini langkah awal untuk persaudaraan yang lebih kuat ke depannya,” pesannya.
BMW menegaskan, kehadirannya di tengah warga bukan semata-mata untuk menyerahkan bantuan. Ia ingin mendengar langsung persoalan, kebutuhan, serta harapan masyarakat agar dapat diperjuangkan melalui jaringan dan komunikasi yang dimilikinya di tingkat pemerintah pusat.
“Beta ingin menjadi perpanjangan lidah dan tangan Bapak Ibu di Jakarta. Sebelum beta kembali Selasa pagi nanti, silakan sampaikan apa yang menjadi harapan dan kebutuhan nyata warga, agar beta bisa sampaikan kepada kementerian-kementerian terkait di pusat,” ujarnya.
Terkait bantuan yang diberikan, BMW menjelaskan bahwa dirinya sengaja menyerahkan bantuan tunai langsung kepada masing-masing keluarga agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan mendesak mereka.
Ia mengakui, sejumlah pihak, baik perorangan maupun lembaga, telah hadir memberikan bantuan berupa sembako maupun dukungan pembangunan rumah. Karena itu, bantuan yang dibawanya kali ini diberikan dalam bentuk tanda kasih kepada setiap keluarga.
“Banyak pihak yang sudah hadir membantu Bapak Ibu, baik perorangan maupun lembaga. Karena itu, kali ini beta tidak datang dengan beras, sembako, atau membantu bangunan fisik. Itu sudah ada yang menanganinya. Hari ini, sedikit tanda kasih beta serahkan langsung ke tangan Bapak Ibu masing-masing, untuk digunakan sesuai kebutuhan keluarga,” jelasnya.
BMW mengingatkan warga agar tidak mengukur kepedulian dari besar atau kecilnya bantuan, tetapi melihat ketulusan dan semangat saling berbagi di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Jangan dilihat dari besar nilainya. Yang terpenting adalah ketulusan hati untuk berbagi. Semoga sedikit ini meringankan beban Bapak Ibu, dan menjadi berkat bagi kita semua,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, BMW menyerahkan secara simbolis bantuan tunai kepada seluruh 29 KK korban kebakaran sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral agar warga tetap kuat menghadapi masa pemulihan.
Kehadiran BMW mendapat sambutan penuh haru dari masyarakat. Salah satu warga terdampak, Mince Pattiradjawane, mengaku bersyukur dan bangga karena di tengah kesibukannya di Jakarta, Michael Wattimena masih menyempatkan diri datang menemui warga Patahuwe.
Baginya, kunjungan tersebut bukan hanya tentang bantuan yang diterima, tetapi juga perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Patut kami sampaikan syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Michael Wattimena yang sudah hadir dan merasakan apa yang kami rasakan. Semoga Pak Michael dan keluarga diberikan berkat yang melimpah, serta harapan ke depan dalam perjuangan bagi Maluku diridai Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Pertemuan itu menjadi pengingat bahwa di tengah situasi sulit, kepedulian dan persaudaraan tetap menjadi kekuatan untuk bangkit. Bagi warga Patahuwe, rumah mungkin telah terbakar, tetapi harapan untuk menata kembali kehidupan tidak boleh ikut padam. (DM-04)