Connect with us

Ragam

41 Mahasiswa PPG Unpatti Gelar Karya Kepemimpinan, Siap Jadi Guru Profesional

Published

on

AMBON,DM.COM,- Sebanyak 41 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar karya kepemimpinan di pelataran gedung PPG Dekanat Lama Fakulta Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan itu bertemakan, transformasi pembelajaran Melalui Inovasi, Teknologi dan Kreativitas Guru Profesional.

Pengelola sejaligus pengajar mata kuliah proyek kepemimpinan PPG Unpatti, Patris Rahabav mengatakan, kegiatan yang digelar merupakan hasil karya di sekolah dan kemudian akan dipublikasi.

” PPG itu, menjadi arena terakhir fakultas untuk mempertanggungjawabkan kepada publik bahwa kita mampu untuk mempersiapkan para guru yang profesional. Seorang guru yang profesional pertama sekali harus menguasai betul apa yang akan dia sampaikan kepada peserta didik,”harap Rahabav.

Untuk itu, mantan Dekan FKIP itu menekankan, seorang guru yang profesional adalah guru yang betul-betul punya attitude dan punya moralitas yang baik, guru yang kreatif, inovatif, dan guru yang betul-betul disiplin dan punya tanggung jawab.

“Dan ini yang coba disiapkan di fakultas kita. Kita ketahui bersama bahwa mutu pendidikan kita di Maluku, ini sampai sekarang itu kita masih berada pada posisi involutif, artinya tidak naik dan tidak turun, kita selalu ada di peringkat kedua atau ketiga dari bawah, itu sudah sekian puluh tahun terakhir ini,”bebernya.

Dia berharap, semua pihak bersama untuk meningkatkan mutu guru, dimulai dari persiapan guru di FKIP Unpatti. Diakui, Prajabatan adalah jenjang pendidikan tahap dua setelah jenjang S1. “Melalui jenjang S1 atau yang kita kenal dengan in-service education, itu para dosen telah mempersiapkan para mahasiswa kita dengan berbagai teori dan juga praktek. Itu dimatangkan dalam kegiatan PPG sehingga diharapkan melalui PPG, hal-hal yang sifatnya teoritik yang sudah ditimba sejak mahasiswa ada di FKIP itu bisa bersua dengan praktek nyata di lapangan,”paparnya.

Dia kemudian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kepala sekolah dan guru.” Kami di sini para teoritis, kami menyiapkan para mahasiswa lebih banyak hal-hal yang sifatnya teoritik, tetapi hal-hal yang sifatnya praktis itu ada di sekolah, dan kami percaya teman-teman kepala sekolah dan juga teman-teman guru sudah banyak membantu teman-teman mahasiswa dan ini yang patut kami memberi dukungan dan apresiasi yang tinggi,”ingatnya.

Dia berharap, hal-hal yang teoritik bisa terjembatani dengan praktek-praktek profesional. Dan salah satunya adalah bisa dibuktikan dengan gelar karya yang akan disampaikan para mahasiswa pada kesempatan ini. “Sehingga para mahasiswa kita itu bukan sekedar orang yang tahu teori dan juga bisa tahu mengajar, tapi bisa juga melakukan hal-hal yang mungkin kita tidak bayangkan di luar dari kompetensi profesional mereka sebagai seorang pendidik. Karena kita akan berhadapan dengan tantangan yang begitu besar, yang membutuhkan kreativitas, membutuhkan inovasi, membutuhkan kerjasama tim,”paparnya.

Diakui, keterlibatan para mahasiswa di sekolah dan puncaknya adalah gelar karya yang dilangsungkan pada hari ini banyak sekali hal-hal positif yang bisa dilihat.” Saya senang bahwa mahasiswa sekarang sudah bisa tulis buku itu. Saya bimbing mereka tulis buku dua. Tulis buku dua dan itu akan terbit secara nasional kita tepuk tangan dulu untuk teman-teman kita,”terangnya.

Sementara itu, Sekretaris PPG Unpatti, Samuel Patra Ritiauw mengatakan, 41 mahasiswa yang terlibat dalam program Pendidikan Profesi Guru di Universitas Pattimura dan mahasiswa FKIP menyambut baik dan memberikan apresiasi buat dosen, guru, dewan guru, kepala sekolah yang telah mendorong sehingga proyek kepemimpinan ini bisa dilaksanakan.

“Lagi-lagi yang harus dilakukan oleh Pendidikan Profesi Guru tidak sebatas teori kepada mahasiswa atau kita suguhkan kepada mahasiswa, tapi pada level ini, level Pendidikan Profesi, kita harus mampu untuk menghadirkan praktik nyata yang harus mahasiswa wujudkan dalam karya-karya inovatif,”kata Ritiauw.

Dikatakan, praktik-praktik yang harus bisa diimplementasikan dan diharapkan lewat praktik-praktik yang dilakukan di setiap mata kuliah, termasuk mata kuliah Proyek Kepemimpinan, memberikan satu pengalaman berarti buat mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Unpatti.

“Jadi ketika berhasil keluar dari Pendidikan Profesi Guru Unpatti, maka mereka akan berhasil menempatkan diri mereka sebagai guru yang profesional,”harapnya.

Diharapkan mahasiswa mampu menunjukkan bahwa lulusan Unpatti Pendidikan Profesi Guru mampu melakukan karya-karya inovatif dengan keterbatasan sumber daya kita. “Apalagi di daerah provinsi kepulauan, kita dihadapkan dengan standar-standar yang kurang memadai, standar guru, fasilitas, dan lain sebagainya. Tapi lagi-lagi karya-karya inovatif yang coba dikembangkan melalui literasi berpikir oleh Bapak/Ibu dosen dan Bapak/Ibu guru ini, kiranya menjadi bekal dan pegangan bagi Adik-adik mahasiswa PPG Unpatti, sehingga kelak menjadi guru bisa menampilkan sesuatu yang terbaik dan pada akhirnya membawa kemajuan bagi pendidikan di Provinsi Maluku dan di Indonesia secara keseluruhan,”paparnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *