Politik
Gugah Partisipasi Politik Warga Gereja, Jemaat Bethel Satukan Hati Dukung BMW Rebut Kursi DPR RI
AMBON,DM.COM,-Momentum dialog edukasi penguatan peran sosial dan partisipasi politik warga gereja, dimanfaatkan oleh DR Michael Wattimena, memberikan pemahaman dan pencerahan kepada warga gereja agar tidak apatis, sehingga pro aktif berpartisipasi politik. Hasilnya, warga jemaat menyatukan hati mendukung Wattimena merebut kursi DPR RI di daerah pemilihan Maluku pada pemilu 2029 mendatang.
Ini tercermin setelah Wattimena, kembali dipercaya menjadi salah satu pembicara di gedung Gereja Josep Kam, jemaat GPM Bethel Klasis Kota Ambon, Senin (2/11/2026).
Tak hanya Wattimena akrab disapa BMW sebagai pembicara. Febri CalvinTetelepta (FCT) juga didaulat sebagai pembicara yang digelar seksi Pekabaran Injil dan Pelayanan Kasih (PIPK) sub seksi sosial dan politik jemaat GPM Bethel . BMW dan FCT didampingi moderator Pdt Sami Saulata.
Ketika menyampaikan materi, BMW yang juga Tenaga Ahli Menteri ESDM dan Komisaris PT Pertamina International Shipping, mengatakan, gereja ikut berpartisi dalam politik demi kesejahteraan bersama. “Jadi bagaimana kesejahteraan bersama dalam partisipasi politik itu,”kata Wattimena.
Untuk itu, dia menilai, dialog yang digelar sangat penting untuk memberikan pemahaman dan edukasi bagi warga jemaat terkait kesadaran politik. Dia kemudian mengajak, jemaat membaca ayat Alkitab yang terambil pada Kitab Perjanjian Baru, yakni Roma Ayat 13 pasal dengan judul kepatuhan kepada Pemerintah.
“Bagi jemaat yang berhasil membaca Wattimena akrab disapa BMW memberikan hadiah kepada jemaat senilai Rp 250 ribu.,”usai salah satu jemaat yang membaca Alkita langsung diberikan dana yang dijanjikan BMW.
Tak hanya itu, dalam setiap bagian materi yang dilandasi dengan ayat Alkitab, BMW mengajak para peserta sualog membaca ayat Alkitab sekaligus diberikan dana Rp 240 ribu bahkan Rp 500 ribu.
Dia mengaku, keterlibatan gereja dalam politik praktis, sering disalah artikan. Padahal, ingat BMW, kontribusinya dalam pembangunan Gereja Bethel ketika mengkoordinir “Sorong Bahu,” sehingga dana terkumpul senilai Rp 2 miliar.
“Nah, kalau bapak dan ibu sepakat beta terpilih sebagai anggota DPR RI 2024 lalu, pembangunan Gereja Bethel sudah selesai. Jembatan Merah Putih (JMP) ratusan miliar saja katong bisa biking, apalagi Gereja Bethel hanya beberapa miliar,”terangnya.
Dia mengigatkan, proses usulan pembangunan JMP ketika itu diajukan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Kepala Balai Jalan dan Jembatan Jefri Pattiasina. Ketika dirinya ikut terlibat dalam pembahasan anggaran karena 45 anggota Komisi V tidak ada perwakilan Maluku.
“Ketika itu, rapat dengan Menteri beta sering katakan bahwa, secara politik saya dari Papua Barat, tapi secara biologis saya putra Maluku, sehingga program dan pembangunan di Maluku saya kawal,”tuturnya.
Buktinya, ketika pengresmian JMP oleh Presiden Joko Widodo, ketika itu hendak menekan tombol pengresmian jembatan icon Kota Ambon itu, tiba-tiba memanggil dirinya bersama Gubernur Maluku, Said Assagaff dan Menteri PUPR menemani meresmikan JMP.
“Pak Jokowi tahu bahwa kami di Komisi V yang menyetujui anggaran dan membahas anggaran JMP. Makanya, beliau sebelum menekan tombol panggil saya menemani. Kadi ketika itu saya terpilih dua periode dari Papua Barat, tapi perhatian saya untik Maluku,”ingatnya.
, Hal ini, kata mantan Wakil Ketua Komisi V dan IV itu bisa melakukan lobi-lobi mendapatkan anggaran.”Nah, sekarang beta tidak berkuasa, lalu apa yang beta buat. Kita diakan saja satu dua hari kedepan ada mujizat Tuhan, seorang tokoh nasional datang di Gereja Bethel Baru, kita doakan saja,”terangnya.
Dia menuturkan, ketika pembangunan Gereja Josep Kam, dirinya ikut membantu kerja dan masuk pengurus Angkatan Muda Gereja Cabang Bethel dan pengurus AMGPM Kota Ambon. Namun, kesal dia, ada jemaat Bethel yang apatis.”Padahal, satu suara sangat berguna. Kalau dolo beta di Demokrat, sekarang sudah pindah dan calon di Golkar,”ingatnya.
Untuk itu, dia berharap, warga jemaat tidak apatis dan masa bodoh soal pilihan politik. Sebab, sebut bakal calon anggota DPR RI dari Partai Golkar di dapil Maluku, suara jemaat sangat berarti dan menentukan masa depan bangsa di tingkat kabupaten/kota hingga pusat.
“Harus sda pengawasan yang konstruktif. Tapi, kalau pemerintah buat salah bapak dan ibu masa bodoh,”ingatnya
Padahal, BMW mengigatkan, pernyataan Pahlawan Nasional asal Maluku, Johanes Leimena tahun 1955 silam, dslam seminar yang monumental, yakni”Umat Kristen yang memiliki identitas gabda. Pertana kewarganegaraan spritualitas dan kedua kewarganegaraan duniawi. Itu kata om Jo Leimena yang bilang, bukan Michael Wattimena yang bilang,”ingatnya.
Usai BMW dan FCT menyampaikan materi, sejumlah peserta dualog mengahukan pertanyaan dan apresiasi kepada BMW. Mereka pada kesempatan itu mengajak warga jemaat Bethel agar solid mendukung dan memilih BMW kembali meniabat anggota DPR RI pada pemilu 2029 mendatang. Mereka jugq berharap warga jemaat tidak tergiur dengan politik uang atau money politic.(DM-04)