Connect with us

Ragam

Duduk Semeja di Peresmian Masjid Al-Mukarramah Banda Ely, BGW & SU Jadi Pusat Perhatian

Published

on

BANDA ELY, KEI BESAR,DM.COM,- Suasana meriah dan khidnat menyelimuti Ohoi Banda Ely, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara Sabtu (7/112926).


Betapa tidak, Ohoi yang di huni oleh masyarakat Wabdan – keturunan orang Banda yang hijrah dan menetap di tanah Kei Besar ratusan tahun lalu, menjadi pusat perhatian. Ini setelah ribuan warga tumpah ruah di pelataran Madjid Al-Mukarramah untuk menyaksikan momen bersejarah yang ditunggu selama tujuh tahun.


Peresmian dilakukan langsung oleh Drs. Hi.M. Thaher Hanubun dengan penandatanganan prasasti yang di saksikan oleh Raja Banda Ely H. Almudin B. Latar dan Forkopimda lain.


Acara rekigius oenun sejarah itu semakin istimewa dengan kehadiran Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, ST, SH (BGW) dan Anggota DPR RI Saadia Uluputty (SU) yang dudunk bersama di meja kehormatan. Dua politisi kawakan dari PDI Perjuangan dan PKS ini nampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh khidnat.

Kehadiran dua tokoh Maluku dari partai papan atas yang berbeda ini menjadi simbol persatuan dan kebersamaan selain itu menunjukan karakter kepemimpinan dari mereka berdua yang suka turun langsung ke masyarakat atau akar rumput, apalagi pada momen keagamaan. Setidaknya, kebersamaan mereka ada ekseptasi atau harapan besar masyarakat untuk bersama memimpin Maluku kedepan


Turut hadir Walikota Tual H. Akhamad Yani Renuat, Wkl Walikota Tual Amir Rumra, Ketua DPRD Malra Stefanus Layanan, Anggota DPRD Malra dan Kota Tual, Unsur Forkopimda, Tokoh Adat, Tokoh Agama serta panitia pembangunan masjid.

PARA RAT TURUT HADIR

Yang membuat acara ini semakin bermartabat adalah kehadiran para Ray dari Ohoi-Ohoi se-Kei Besar, Kei Kecil dan Kota Tual yang datang sebagai undangan kehormatan. Dalam adat Kei Rat adalah pemimpin adat tertinggi di Ohoi, kehadiran para Rat dalam peresmian masjid ini menjadi tanda bahwa pembangunan masjid di restui oleh adat di dukung okeh semua Ohoi dan menjadi milik bersama.

DISAMBUT DENGAN ADAT WANDAN.

Rombongan tamu undangan disambut secara adat oleh Tua-tua Adat dan Rat Ohoi Banda Ely diiringi tarian dan tabuhan tifa, penyambutan ini bukan sekedar seremoni tapi wujud dari kearifan Wandan yang menjunjung tinggi Hadat – hukum adat yang mengatur kehidupan bermasyarakat, saling menghormati tamu dan persaudaraan.Dalam tradisi Wandan tamu yang datang di Ohoi adalah kehormatan.

PESAN PERSATUAN

Dalam sambutannya, Bupati Thaher menitipkan tiga pesan penting agar masjid tidak hanya menjadi bangunan megah, tapi bebar benar dimakmurkan.
Masjid harus menjadi pusat ibadah yang hidup, pusat pembinaan umat dan pembentukan karakter serta pusat persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama di Bumi Larvul Ngabal.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *