Connect with us

Kesehatan

BPKAD KKT Diduga Salahgunakan Rp 22,4 Milyar DAK Fisik RSUD Ukurlaran

Published

on

SAUMLAKI, DM.COM,-Dugaan penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik reguler bidang kesehatan sebesar Rp. 22.411.997.016 miliar untuk melunasi pembayaran pekerjaan proyek pembangunan Rumah Sakit PP Magrety Ukurlaran Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), mulai terungkap.

Data dari Kantor Perbendaharaan Pelayanan Negara (KPPN) Saumlaki, DAK RSUD tahun anggaran 2020 dan 2021 telah ditransfer 100 persen dari Rekening Kas Negara (RKN) ke Rekening Kas Daerah (RKD) yang pengelolaannya melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Namun uang negara yang ditransfer 100 rekening dari RKN ke RKD pada tahun 2020 dan 2021, ternyata tidak dipakai sesuai peruntukannya untuk bayar pekerjaan pihak penyedia atau kontraktor sejak tahun 2020, 2021 hingga bulan Oktober tahun 2022.

Anehnya, salah satu anggota DPRD KKT dalam pernyataan persnya, mengakui kasus belum dilunasinya pembayaran proyek RSUD PP Magrety Ukurlaran, sebagai hutang daerah dan rencananya akan dibayar menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) anggaran milik rakyat Tanimbar.

Tidak ada upaya untuk menelusuri lebih mendalam kasus penyalahgunaan uang negara senilai 22,4 Milyar Rupiah yang dilakukan oleh BPKAD KKT. Digelapkan kemana uang itu dan tidak digunakan lunasi hutang ke pihak kontraktor.

Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit PP. Magrety Saumlaki, dr. Fully Nuniare melalui WhatsApp telepon selulernya kepada kontributor DINAMIKAMALUKU.COM di Saumlaki, Sabtu (22/10/2022) mengatakan, “Iya proyek pembangunan RSUD ini DAK Fisik tahun anggaran 2020 dan dilanjutakan 2021. Uangnya sudah ditransfer ke Rekening Kas Daerah 100 persen. Anggaran termin 1 dan 2 sudah dibayar ke kontraktor, sedangkan dana termin 3 yang belum dicairkan oleh BPKAD sejak permohonan kami lakukan dari tahun 2021 sampai tahun 2022 sekarang”, ungkapnya.

Dikatakan, berita acara serah terima pekerjaan sudah dibuat pada bulan september tahun 2021 dan rekomendasi dari Inspektorat daerah KKT untuk pembayaran sudah dikeluarkan bulan November. Atas dasar itu, kami ajukan SPM bulan Desember tahun 2021, tetapi tidak direspons BPKAD. Karena itu, setelah APBD induk tahun anggaran 2022 final dan disahkan, pada bulan Mei tahun 2022, RSUD PP Magrety kembali lagi mengajukan SPM untuk kedua kalinya. Namun BPKAD KKT baru bayar sekitar 6 Milyar Rupiah. Sementara sisanya 22,4 Milyar Rupiah, SP2Dnya belum keluar dari BPKAD hingga saat ini. Jadi soal kenapa belum dicairkan uang tersebut, tanyakan BPKAD karena kami belum diberitahu apa alasan belum dicairkan dananya, “terang Nuniare.

Ditanya soal berapa jumlah penyedia (kontraktor) dan besar anggaran mereka yang belum dibayarkan, Dirut RSUD menjelaskan sisa pembayaran pekerjaan RSUD PP Magrety Ukurlaran yang belum diselesaikan sebagai berikut. Hutang tahun 2020, sebagai berikut,

  1. Pekerjaan bangunan utama oleh PT Satria Marga Raya, KSO progres fisik 100 persen, sisa pembayaran Rp. 6.220.816.640. 2. Pekerjaan bangunan penunjang oleh PT Gunayasa Dianartha progres fisik 100 persen sisa pembayaran Rp. 5.779.877.026. 3. Pekerjaan IPAL oleh CV. Sinar Karya progres fisik 100 persen, sisa pembayaran Rp. 1.529.000.000. 4. Pekerjaan Jasa Konsultan Pengawasan oleh PT. Pinangsiang Putra Cemerlang progres 100 persen, sisa pembayaran Rp. 473.000.000. sehingga total sisa pembayaran pekerjaan RSUD tahun 2020 sebesar Rp. 14.002.693.666

Sementara sisa pembayaran pekerjaan pada tahun 2021 sebagai berikut, 1. Pekerjaan lanjutan Gedung IGD oleh CV. Amika Joint Konstruksi, progres fisik 100 persen, sisa pembayaran Rp. 1.472.980.250. 2. Pekerjaan ruang PICU oleh CV. Eirene Citra Perkasa prohes pekerjaan 100 persen, sisa pembayaran Rp. 847.774.900. 3. Pekerjaan ruang NICU oleh PT. Eirene Citra Perkasa progres 100 persen, sisa pembayaran Rp. 708.380.400. 4. Pekerjaan lanjutan ruang operasi oleh CV. Syura Adikara progres pekerjaan 91 persen, sisa pembayaran 3.393.250.000. 5. Pekerjaan lanjutan ruang radiologi oleh CV. Julion Jaya Pratama progres pekerjaan 88 persen, sisa pembayaran Rp. 454.401.150. 6. Pekerjaan ruang laboratorium oleh CV. Jourdan progres pekerjaan 89 persen, sisa pembayaran Rp. 1.350.936.650.- 7. Pekerjaan jasa konsultan pengawasan konstruksi oleh CV. Data Teknik progres pekerjaan 89 persen sisa pembayaran Rp.181.580.000. Total sisa pembayaran pekerjaan RSUD PP. Magrety Ukurlaran tahun 2021 sebesar Rp. 8.409.303.350.

” Jadi, secara keseluruhan jumlah sisa pekerjaan tahun 2020 dan 2021 yang belum dilunasi, sebesar Rp. 22.411.997.016,” rinci Nuniare. (DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *